alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Perkaya Informasi Kebencanaan, Kurangi Risiko Bencana di NTB

MATARAM-Pemahaman tentang bencana sangat penting. Terlebih dengan potensi risiko bencana yang ada di NTB. Masyarakat diharapkan tetap waspada. Di antaranya dengan meningkatkan pemahaman dan akses informasi tentang kebencanaan.

Ini disampaikan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, saat rapat koordinasi kebencanaan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB didampingi Asisten III dan Kepala Diskominfotik di ruang rapat Anggrek, kantor gubernur NTB, Kamis (11/2/2021).

Menurutnya, salah satu upaya untuk mengurangi risiko bencana dengan memperkaya informasi tentang kebencanaan. Mulai dari potensi bencana di sekitar tempat tinggal, risiko sampai dengan mitigasi mandiri serta mengetahui pihak berwenang yang dapat dihubungi jika terjadi force majeure (bencana alam besar).

“Kita harus memiliki sistem yang bagus untuk crisis center sebagai daerah pariwisata sehingga jika terjadi bencana, pihak luar mudah menghubungi dan mendapatkan informasi apa yang terjadi,” ujar wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi ini.

Tugas pemerintah adalah memfasilitasi ketersediaan informasi dan edukasi agar masyarakat dapat memproteksi diri lebih dini. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai mudah diakses dan bersifat massal. Oleh karena itu, ketersediaan informasi kebencanaan melalui aplikasi maupun media sosial agar dibangun dengan komprehensif dan benar benar applicable (mudah diakses dan digunakan).

Wagub mengingatkan, agar manajemen kebencanaan antar-stakeholder terkait benar-benar memahami tugas, fungsi dan kewenangannya. Ia mencontohkan, masyarakat di pinggiran hutan harus mengetahui potensi bencana seperti banjir dan longsor atau masyarakat pesisir pantai yang berpotensi terkena bencana tsunami atau abrasi, lengkap dengan pengetahuan tentang mitigasi dan jalur evakuasi penyelamatan diri.

Kalak BPBD NTB Zainal Abidin menambahkan, pihaknya terus memperbarui kemampuan aplikasi Siaga NTB. Selain informasi tentang kebencanaan melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook.

“Kami sedang berusaha agar aplikasi ini dapat digunakan oleh semua masyarakat. Salah satu fiturnya dapat menandai koordinat pengguna dan memberinya data potensi bencana, mitigasi, serta jalur evakuasi,” jelas Zainal.

BPBD bekerja sama dengan Diskominfotik NTB terus meng-upgrade kemampuan interface dan pengolahan data kebencanaan agar dapat menjadi sarana sosialisasi kebencanaan yang efektif sekaligus komunikasi kebencanaan.

Kadis Kominfotik NTB I Gede Putu Aryadi menjelaskan, pemanfaatan IT di era komunikasi dan informasi digital melalui aplikasi telah terbukti efektif. Seperti NTB Care, NTB Mall, SIM Posyandu yang targetnya langsung personal karena terpasang di setiap aktivitas masyarakat yang sehari-hari bersentuhan dengan ponsel dan internet.

“Yang penting komitmen pengelolaan data dan informasi dari admin yang selalu update dan real time sehingga aplikasi yang dibuat dan dibangun tak sia-sia,” kata Gede. (ewi/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks