alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni Menyusut Jadi 95 Unit

MATARAM-Program pengentasan kemiskinan, melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun ini menyusut drastis. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB I Gusti Bagus Sugihartha menyebut, tahun ini dari pemprov hanya mampu menangani 95 unit RTLH.

“Jumlah untuk tahun ini memang sedikit karena kami masih fokus ke rumah korban terdampak gempa,” tegasnya, kemarin (11/3).

RTLH tahun ini akan diberikan kepada penerima manfaat di Pulau Sumbawa dan Lombok Selatan. Sugihartha menjelaskan, selain soal jumlah rumah yang harus ditangani berkurang drastis, alokasi anggaran dari APBD pun menyusut. Tahun ini Pemprov NTB hanya mampu menggelontorkan dana sebesar Rp 1,4 miliar. “Tahun ini alokasinya masih sangat terbatas,” jelas Sugihartha.

Dalam RPJMD, selama lima tahun ke depan, pihaknya diberikan target harus melakukan perbaikan RTLH sebanyak 12 ribu unit. Sehingga pada 2020 dan seterusnya, Dinas Perkim NTB akan fokus dengan menargetkan setiap tahun perbaikan RTLH harus menyentuh angka 3 ribu unit. “Itu target yang harus kami tuntaskan,” terangnya.

Sementara untuk progres, pihaknya saat sedang melakukan proses verifikasi dan validasi data penerima manfaat. Selanjutnya dilakukan sosialisasi. Sementara tahap eksekusi penanganan RTLH, rencananya dilakukan pada awal Juni mendatang.

Dirinya mengakui, 95 unit tahun ini memang masih jauh dari harapan. Namun agar program RTLH tetap dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, ia telah meminta penambahan dari segi jumlah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT), Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI.

“Kita sudah minta bantuan ke pemerintah pusat, jadi mereka bisa mengalokasikan jumlah rumah sebanyak 4.500 unit, pembangunan fisiknya, kalau nggak April ya Mei,” kata Sugihartha. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks