alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Rebutan Jadi Karo, 17 Pejabat Ikut Seleksi

MATARAM-Perburuan dua posisi kepala biro (Karo) Pemprov NTB dimulai. Kemarin (11/3), 17 orang pejabat ikut seleksi untuk menjadi Karo Humas dan Protokol NTB dan Karo Bina Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP) NTB.

 Tes yang digelar di aula Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB itu berlangsung kondusif. Para peserta fokus pada lembar-lembar soal di atas mejanya. Tes tertulis berlangsung sejak pagi hingga siang. Tes kali ini menguji kompetensi manajerial dan psikologi para peserta.

Soal-soal dalam tes berisi kasus-kasus yang harus dipecahkan seorang pimpinan. Mereka dituntut mencari solusi terbaik dalam setiap masalah. Sehingga bisa diketahui kemampuan menyelesaikan persoalan. ”Dari sana kita bisa memetakan kemampuan manajerial masing-masing peserta,” kata Anggota Pansel JPT Pratama NTB H Fathurrahman, yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB itu.

Seleksi tertulis dilakukan selama dua hari. Hari kedua mereka akan diminta membuat makalah untuk dipresentasikan di depan pansel saat tes wawancara. Dari wawancara dan presentasi pansel bisa menilai kecakapan dan wawasan masing-masing pejabat.

Semua nilai dalam setiap tahapan akan digabung menjadi satu. Baru kemudian bisa diurutkan siapa yang mendapat nilai terbaik. Mulai dari nilai administrasi, tes tertulis kompetensi manajemen, hingga tes wawancara. ”Semua tahapan penting,” jelas Fathurrahman.

Dalam seleksi, Pansel NTB bertugas mencari tiga orang terbaik pada masing-masing posisi. Nama-nama itulah yang akan diserahkan ke Gubernur NTB untuk dipilih salah satu diantaranya. Mengenai siapa pejabat yang dipilih, tergantung pada pilihan Gubernur NTB. ”Tugas Pansel hanya menyodorkan tiga nama terbaik,” ujarnya.

 Ke-17 orang pelamar terdiri dari tujuh orang melamar posisi Kepala Biro Humas dan Protokol NTB yakni Najamuddin, Arifin, Lalu Fatanah, Anang Zulkarnain dan Baiq Nelly Yuniarti dari pemprov. Sedangkan H Isnanto Karyawan dari Lombok Barat dan Aulia Purnama dari Pemkot Mataram.

Kemudian 10 orang melamar posisi Kepala Biro Bina Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (APP-LPBJP). Yakni, H Ahmadi, H Muhammad Fauzan, Jamaludin, Sadimin, M Ilham, Lies Nurkomalasari, Ali Fikri dari internal Pemprov. Sedangkan Suryakin dan H Lalu Najamuddin dari Pemkab Lombok Barat, serta Muhammad Nazarudin Fikri dari Pemkot Mataram.

 Ada beberapa instrumen yang digunakan Pansel dalam penilaian calon Karo. Yakni syarat administrasi seperti kepangkatan, pendidikan formal, riwayat jabatan, pernah mengikuti pelatihan teknis/fungsional, serta melampirkan daftar penilaian prestasi kerja dua tahun terakhir. ”Masing-masing punya bobot,” kata Sekretaris BKD NTB Yus Harudian Putra.

Nilai kompetensi tertinggi 10 dan terendah 1 atau tidak memenuhi syarat. Kemudian penulisan makalah bobotnya 1-10 dengan tes presentasi dan wawancara bobotnya 1-10. Bobot seleksi itu akan menentukan nilai akumulasi di akhir penilaian. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks