alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Sambut Tahun Ajaran Baru, 24.924 Guru di NTB Segera Divaksin

MATARAM-Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan kebijakan baru untuk vaksinasi tahap kedua ini. Sasaran prioritasnya kini fokus pada lansia dan guru. Dengan tetap memperhatikan vaksinasi untuk kategori lain.

”Untuk guru kita kejar tahun ajaran baru. Paling tidak ya 50 persen sudah divaksinasi, tapi kita genjot lagi supaya bisa lebih,” kata Kepala Dikes NTB dr H Lalu Hamzi Fikri, Minggu (11/4).

Dijelaskan, NTB juga sudah menerima alokasi vaksin tambahan pekan lalu. Di termin ketiga tahap dua ini, diberikan kepada lansia dan pelayan publik guru.

Kata Fikri, yang perlu dipahami, vaksinasi kepada guru tidak mengikuti kewenangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Misalnya guru SMA, maka kewenangan vaksinasinya di provinsi.

”Bukan seperti itu. Tapi dilihat faskes terdekat dari tempat tinggal mereka. Vaksin dari provinsi, vaksinasinya dilakukan kabupaten/kota,” jelas Fikri.

Baca Juga :  Ilmuan Sebut Korona Terus Bermutasi, Mungkin Tak akan Hilang dari Bumi

Dikes terus mengumpulkan data-data terkait jumlah guru yang bakal divaksin. Nantinya, data ini akan dibagi ke kabupaten/kota. Fikri menyebut tak menutup kemungkinan sudah ada guru yang divaksin, khususnya dari guru PNS.

”Yang kita kerja ini yang belum. Jadi data kita perkuat lagi,” ucap mantan Direktur RSUD NTB ini.

Dikbud NTB sendiri sudah mengusulkan jumlah guru yang akan menerima vaksin. Jumlahnya sebanyak 16.912 orang, dengan status PNS maupun non PNS yang bertugas di sekolah negeri maupun swasta di bawah kewenangan Dikbud NTB. Untuk sekolah negeri berjumlah 11.785 guru dan swasta 5.127 orang.

Dalam data ini, dikbud juga memasukan kepala sekolah sebagai guru. Adapun kategori PNS, mencakup juga CPNS, PNS Kementerian Agama, serta PNS yang diperbantukan. Sementara non PNS seperti guru tetap yayasan, honor daerah, dan honorer.

Baca Juga :  Solusi Tiket Pesawat Mahal, NTB Berharap Frekuensi Penerbangan Ditambah

Dikbud tidak saja memperhatikan guru secara khusus, yang bakal divaksin. Kategori non guru, dari PNS maupun non PNS, masuk usulan. Seperti tenaga administrasi, laboran, tenaga perpustakaan, penjaga malam, hingga office boy.

Untuk non guru ini, jumlahnya sebanyak 783 PNS dan 2.165 non PNS yang bertugas di sekolah negeri. Di sekolah swasta, jumlahnya 3 PNS dan 446  non PNS.

Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan menyebut sekolah sudah bisa menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas menggunakan sistem shift dan blok. ”Kita sudah mulai bulan ini dan berakhir sampai tahun ajaran baru nanti,” terangnya. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/