alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Polisi Cium Aroma Korupsi Program JPS, Polda NTB Turun Tangan

MATARAM-Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) di NTB diduga bermasalah. Sejumlah laporan mengalir ke kepolisian. ”Ya, kita ada menerima aduan terkait pembagian JPS,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana P,  kemarin (11/5).

Laporan awal yang diterima mengenai adanya telur busuk yang dibagikan kepada masyarakat. Itu perlu ditelusuri lebih dalam. ”Kok bisa ya, biasanya telur busuknya itu bisa sampai satu bulan. Kok program yang baru berjalan belum satu bulan saja sudah busuk. Malahan ada keluar ulatnya,” keluhnya.

”Ini kan aneh,” ungkapnya.

Menurutnya jangan sampai telur yang dibagikan itu merupakan barang cuci gudang dari salah satu penyedia. Kalau itu benar terjadi harus diusut lebih dalam. ”Saya paling jengkel kalau ada orang yang bermain-main dalam proyek ini. Apalagi, saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan di tengah pandemi Covid-19,”  ujarnya.

Sementara pengadaan yang lain masih ditelusuri. Seperti pengadaan beras, masker, dan biskuit. “Kita telusuri dulu adanya dugaan korupsinya,” kata dia.

Dia mempertanyakan esensi kebutuhan minyak kayu putih dalam sembako yang bakal dibagikan ke masyarakat.  Jangan sampai ada kongkalikong antara pihak pengelola anggaran dengan penyedia untuk mengadakan barang itu. ”Urgensinya apa sih minyak kayu putih itu,” ujarnya.

Kalau penyedia memberikannya secara gratis itu tidak ada masalah. Kalau dibagikan ke masyarakat menggunakan uang pemerintah apa tidak sebaiknya diganti saja menggunakan kebutuhan pokok lainnya. ”Saya tidak mengerti dengan itu. Kita juga masih telusuri juga,” ungkapnya.

Dia mengingatkan kepada semua yang memiliki kewenangan untuk menggunakan anggaran pemerintah. Sembako yang dibagikan harus tepat guna dan tepat sasaran. ”Jangan sampai merugikan negara dan masyarakat,” ujarnya.

Jika ada ditemukan unsur korupsinya, mereka bakal dihukum maksimal. Karena, ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan urgensi penanganan bencana wabah korona. “Pengawasan terhadap JPS ini  merupakan atensi pimpinan,” tegasnya.

Apabila hanya melanggar administrasi, hal itu bisa diselesaikan. Nanti prosesnya melalui Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). ”Nanti penyelesaiannya menggandeng APIP,” kata dia.

”Saya ingatkan tidak boleh ada yang mengambil keuntungan,” tegasnya.

Anggaran untuk menyalurkan program JPS tersebut sudah disiapkan hampir di semua kabupaten dan kota di NTB. Sebagai contoh program JPS Gemilang di Pemprov NTB dianggarkan sekitar  Rp 80 miliar. Dana ini untuk 105 ribu  kepala keluarga terdampak korona.  (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks