alexametrics
Selasa, 24 Mei 2022
Selasa, 24 Mei 2022

Nilai Tukar Peternakan Naik 0,63 Persen

MATARAM-Tingginya rata-rata konsumsi daging sapi sebesar 3,85 kilogram (kg) berdampak pada naiknya nilai tukar peternakan (NTPT) bulan April 2022 sebesar 0,63 persen.

Artinya, indeks konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan hingga 1,11 persen berdampak pada PDRB NTB yang tumbuh 0,92 persen pada Triwulan I-2022.

“Karena populasi sapi kita juga meningkat hingga konsumsi daging per kapita 3,85 kg. Cukup besar juga sehingga wajar ada kenaikan NTPT,” terang Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakheswan) NTB Khaerul Akbar, Kamis (12/5/2022).

Konsumsi daging yang tinggi ini, kata dia, terlihat pada sejumlah acara hajatan di masyarakat desa maupun kota, tumbuhnya beragam kuliner olahan daging sapi seperti bakso dan lainnya.

Baca Juga :  H-7 Lebaran, Harga Daging Sapi Normal, Pembeli Justru Sepi

“Orang tidak langsung makan daging tapi konsumsi mereka lebih senang makan bakso dan olahan lainnya,” tambahnya.

NTPT ini juga dipengaruhi tingginya pemotongan hewan sapi di setiap daerah. Kota Mataram misalnya, kebutuhan sapi potong hingga seribu ekor per bulan. Bahkan untuk pemenuhan konsumsi daging di hotel-hotel dan restauran, Kota Mataram mendatangkan daging beku.

Ia menyebut, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Pulau Lombok disuplai oleh Pulau Sumbawa dengan kuota 44 ribu ekor per tahun.

Berdasarkan data stok Disnakheswan NTB tahun 2022, produksi daging sapi mencapai 39.220 ton. Mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 37.626 ton. Angka ini setara dengan jumlah populasi sebanyak 34.289.471 ekor pada tahun 2022, sementara jumlah populasi pada tahun 2021 sebanyak 34.124.270 ekor.

Baca Juga :  Pemprov Masih Konsultasi ke Pusat

“Demand (permintaan, red) dalam daerah sebesar 20.482 ton dari jumlah penduduk NTB sebesar 5 juta lebih dengan rata-rata konsumsi daging 3,85 kilogram,” pungkasnya. (ewi/r10)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/