alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

MATARAM-Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Jumlah dana yang bisa ditarik setiap jamaah tersebut sebesar Rp 11,8 juta. Dana ini selisih besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) Embarkasai Lombok 2020 yang sebesar Rp 37,3 juta kemudian dikurangi setoran pokok haji Rp 25,5 juta. Meski menarik dana pelunasan hajinya, jamaah tersebut tetap akan berangkat tahun depan.

”Mereka tetap masuk waiting list untuk haji tahun depan,” kata Ali Fikri.

Hanya saja, karena mereka menarik dananya, para jamaah tersebut  tidak akan mendapat nilai manfaat dari pengelolaan dana haji tersebut. Sementara jamaah yang tidak mengambil akan menerima nilai manfaat tahun depan.

”Sehingga bisa dipakai untuk melunasi bila ongkos haji kalau misalnya ada kenaikan. Kalau masih ada selisih juga akan dikembalikan ke jamaah,” jelasnya.

Ia tidak tahu persis alasan para jamaah menarik uangnya. Namun, itu adalah hak para jamaah. Sebab, Kemenag membolehkan warga menarik kembali uang yang telah disetor. ”Itu hak jamaah dan sudah diatur pemerintah,” katanya.

Ia menyebut, dari 4.499 kuota reguler haji NTB tahun ini, yang melakukan pelunasan 4.355 orang sehingga tersisa 144 orang. Namun ada penambahan kuota pelunasan tahap II 110 orang.

Diharapkan, tahun depan Indonesia tetap mengirim jamaah. Pelaksanaan haji lancar dan tidak ada lagi pandemi Covid-19. ”Semoga kondisi ini segera pulih dan haji bisa lancar kembali,” harapnya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan haji, Kepala Kantor Wilayah Kemenag NTB KH M Zaidi Abdad berharap tahun depan lancar dan pelayanan haji bisa lebih baik. Namun terkait persiapan, ia masih harus melakukan konsolidasi terlebih dahulu karena baru dilantik. (ili/r6)

 

Mereka Minta Uang Kembali

KOTA MATARAM  : 5 Orang Jamaah

LOMBOK BARAT : 5 Orang Jamaah

SUMBAWA : 5 Orang Jamaah

BIMA : 1 Orang Jamaah

 

Sumber: Kemenag NTB 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks