alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

MATARAM-Pencairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7).

Pemda baru mendapatkan informasi awal soal besaran dana yang disiapkan pusat. Namun berapa jatah bantuan bagi NTB, bagaimana bentuk bantuan, kapan dicairkan, serta mekanisme penyeluran belum ada informasi yang jelas. ”Bagaimana petunjuknya nanti pasti akan kita tindaklanjuti segera,” katanya.

Dinas Koperasi dan UKM akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait agar kejelasan penyaluran bantuan segera didapatkan. Sembari menunggu, pemprov akan membantu menyiapkan pelaku UMKM dan IKM. ”Kami siap mendukung dan melakukan pendampingan terhadap UMKM nanti,” jelasnya.

Bantuan tersebut, kata Wirajaya, akan sangat bermanfaat bagi pelaku usaha. Apalagi di tengah pandemi covid-19, pelaku usaha di daerah membutuhkan stimulus-stimulus agar usaha mereka tetap bertahan. ”Pada akhirnya akan membantu menggerakkan denyut nadi perekonomian kita,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti bantuan itu nanti akan diberikan dalam bentuk bantuan modal, keringanan pajak, penundaan pembayaran cicilan, dan stimulus lainnya.

Dana stimulus itu, kata Yanti, bukan hanya bagi UKM di NTB, tapi pelaku usaha kecil menengah di seluruh Indonesia. Penyaluran bantuan akan dikoordinir Kementerian Koperasi.

Syaratnya, UKM-IKM calon penerima bantuan harus terdaftar secara online di sistem. ”Berbasis online semuanya, nanti kami akan bantu UKM-IKM agar terdaftar,” ujarnya.

Belum ada kuota masing-masing daerah, tapi yang jelas dana sebesar itu sudah disiapkan pemerintah. ”Tergantung kecepatan IKM sekarang, kita akan mensuport IKM untuk mengakses itu semua,” jelasnya.

Proses pencairan bantuan stimulus tersebut akan dimulai Agustus, setelah penyaluran JPS selesai Juli ini. Peran daerah, dalam hal ini mendampingi UMKM dan IKM agar lebih siap. (ili/r5)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks