alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

TANJUNG-Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Kepala Disnaker PMTPSP KLU Agus Tisno mengatakan, rekrutmen PMI dibuka usai diterbitkannya Permenaker Nomor 294 tahun 2020. Tindak lanjut dari itu, Dirjen Pembinaan, Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Tenaga Kerja  mengeluarkan Keputusan Nomor 3/20888/PK.02.02/VIII/2020. Isinya  tentang penetapan negara tujuan penempatan tenaga kerja tertentu kerja migran indonesia pada masa adaptasi kebiasaan baru.

”Rekrutmen CPMI Masih Terbatas, G to G (goberment to government) dan P to P (person to person). Itu masih terbatas bagi TKI yang sudah melakukan kontrak sebelumnya tapi terhalang kembali ke negara penempatan karena situasi,” jelas dia.

Berdasarkan Keputusan Dirjen itu, ada 12 negara tujuan penempatan yang disepakati pemerintah. Meliputi Aljazair, Hongkong, Taiwan, Maladewa, Uni Emirat Arab, Polandia, Qatar, Turki, Jepang, Korea Selatan, Zambia dan Zimbabwe.

Adapun sektor formal yang diminati mencakup tenaga kerja hotel, restoran, spa, kapal niaga dan kapal ikan, juga tambang migas.

”Penetapan negara tujuan oleh pemerintah mengacu pada jenis pekerjaan dan skema penempatan kerja,” ujar dia.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Furqan mengatakan, rekrutmen bagi CPMI mengikuti mekanisme ditetapkan pemerintah. Bagi awak kapal niaga dan awak kapal perikanan melakukan proses sign on dan sign off, di semua negara yang membolehkan masuknya WNA.

Sedangkan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia dan perusahaan keagenan awak kapal yang menempatkan awak kapal niaga dan awak kapal perikanan, wajib memastikan pemberi kerja/principal. Tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan selama bekerja, menyampaikan nama, jabatan, dan masa kerja awak kapal Indonesia.

”Serta komitmen secara tertulis kepada Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja,” jelas dia.

Berkenaan dengan peluang kerja sektor formal itu, Disnaker KLU belum dapat melakukan sosialisasi door to door ke masyarakat di lima kecamatan, akibat refocusing anggaran. Sementara ini Disnaker hanya dapat melakukan publikasi memanfaatkan media sosial.

”Sekarang tergantung Bappeda apakah akan mengembalikan anggaran atau tidak. Kewajiban kita di dinas adalah sosialisasi, pelatihan untuk tingkatkan skill CPMI yang gagal berangkat kemarin,” kata dia.

Jumlah CPMI asal KLU yang gagal berangkat 40 orang lebih. Sedangkan yang dideportasi karena habis masa kontrak kerja 400 orang lebih. (fer/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks