alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Jangan Abaikan Prokes, ICU Covid RSUD NTB Sudah Penuh

MATARAM-Kasus covid selama satu bulan terakhir melonjak. Akibatnya tempat tidur untuk perawatan pasien covid di sejumlah rumah sakit penuh. Untuk itu masyarakat diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

”Memang ada peningkatan, dari pasien covid maupun yang umum,” kata Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri, Selasa (12/1).

Tren peningkatan, kata Fikri, terjadi juga di sejumlah daerah lain di Indonesia. Adapun di RSUD NTB, disiapkan tempat tidur untuk perawatan pasien covid sebanyak 47 unit. Di ruang perawatan biasa maupun intensive care unit (ICU). ”Sudah full semua. Termasuk yang di ICU itu,” ujarnya.

Penanganan di RSUD NTB hanya dilakukan terhadap pasien dengan kondisi berat hingga sedang. Adapun mereka dengan kondisi covid ringan, akan dialihkan ke Rumah Sakit Darurat NTB di Asrama Haji.

Fikri mengatakan, penuhnya ICU disebabkan pasien covid yang masuk, sudah dalam kondisi berat. Dari data mereka, 10 hingga 15 persen pasien yang ditangani saat ini, masuk kategori sakit berat.

”Penyebabnya itu. Cepat penuh ICU karena yang masuk sudah dalam kondisi berat,” tutur Fikri.

Penuhnya tempat tidur penanganan covid berpotensi membuat kasus-kasus baru tidak tertangani. Namun, kata Fikri, pemerintah sudah mengupayakan agar terjadi pendistribusian penanganan covid di seluruh rumah sakit.

Melalui surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, seluruh rumah sakit swasta maupun milik pemerintah wajib menyiapkan ruang isolasi. Juga ICU minimal satu tempat tidur. Yang bisa digunakan untuk penanganan covid.

”Itu harus dilakukan. Soal ini sudah kami sampaikan juga ke teman-teman direktur rumah sakit,” jelas Fikri.

Lebih lanjut, Fikri menyebut rumah sakit kian memperketat prosedur untuk setiap pasien yang hendak menjalani perawatan. Setiap pasien yang masuk, wajib dilakukan proses tes swab. Untuk keamanan petugas kesehatan dan pasien.

Prosedur swab tes bagi pasien mampu memberi dampak positif. Biasanya, dari 10 pasien reguler yang dirawat, ada satu yang ternyata positif covid. ”Pernah pasien itu sudah dirawat reguler, setelah keluar hasil, ternyata positif. Akhirnya dipindah ke isolasi,” tandas Fikri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi mengatakan, penuhnya tempat tidur untuk penanganan covid tak bisa dihindari. Apalagi jika melihat pertambahan laju positif covid yang terjadi di NTB selama beberapa minggu terakhir.

”Di Sumbawa itu penuh. Bima juga begitu,” kata Eka.

Penuhnya tempat tidur di ruang ICU, disebabkan banyaknya kondisi pasien yang mengalami gejala berat. Sehingga membutuhkan perawatan secara intensif. Namun, perawatan di ICU membutuhkan waktu cukup lama. Di sisi lain, terus terjadi penambahan kasus positif covid dengan gejala berat.

”Persoalannya di sana. Di ICU pasien tidak bisa satu atau dua hari. Yang di sana belum keluar, kasus baru bertambah terus,” tandas Eka. (dit/r5)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks