alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Gubernur Lantik Pengurus LKKS NTB

MATARAM-Peran lembaga kesejahteraan sosial (LKS) sangat penting untuk mengatasi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Provinsi NTB sendiri punya 800-an LKS, baik yang mengurus anak-anak telantar, lansia, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun semangat mendirikan LKS harus diimbangi dengan kualitas pelayanan.

Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menjelaskan, program yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah mendata ulang LKS se-NTB. Pihaknya juga berusaha meningkatkan kualitas pelayanan lembaga sosial itu. Jangan sampai mereka hanya muncul untuk meminta bantuan.

“Dengan kita tahu data dan kondisi sumber daya manusianya, kita bisa tahu pembinaan seperti apa yang harus dilakukan,” katanya usai pelantikan pengurus LKKS NTB, kemarin (12/3).

Sebagai lembaga koordinasi, mereka akan mengkoordinasikan kerja-kerja semua lembaga sosial. Kemudian baru dilakukan pembuatan untuk meningkatkan kemampuan SDM dan mengarahkan agar semua LKS berakreditasi. Apa saja syarat mendapatkan akreditasi akan dibina. “Supaya mereka terstandar, kerja-kerjanya itu lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengatakan, para pengurus LKKS adalah orang yang berpengalaman. Sehingga persoalan lembaga kesejahteraan sosial bisa diselesaikan.

Ia menekankan, di negara-negara maju, saat ini terjadi arus balik. Kebahagiaan bukan saja ditentukan karena uang yang banyak. Tapi mulai lahir kesadaran bahwa orang yang bahagia adalah mereka yang mampu melayani orang dengan baik.

“Salah satu cara kita sukses di era sekarang adalah memiliki kemampuan melayani masyarakat dengan baik,” kata gubernur saat mengukuhkan 28 pengurus LKKS NTB di ruang rapat utama, kemarin.

Ia menekankan, LKKS dibentuk untuk mengayomi masyarakat dengan baik. Sehingga pengurus bertugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan. “Mudah-mudahan amanat ini bisa diselesaikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik menjelaskan, LKKS bertugas membantu pekerjaan pemerintah terkait kesejahteraan sosial masyarakat. Bila ada kendala di lapangan mereka siap memfasilitasi. “Kita sudah melakukan pendataan, mereka yang tidak jelas lembaganya tidak diberikan bantuan,” ujar Khalik. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks