alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Masyarakat Tak Boleh Hanya Jadi Penonton!

MATARAM-Sirkuit Mandalika Lombok yang akan menggelar MotoGP membutuhkan tenaga kerja 7.000 orang. Jumlah itu sangat fantastis. Tapi bila angkatan kerja tidak disiapkan, siap-siap anak muda NTB hanya akan menjadi penonton di daerah sendiri.

“Kita tidak mau kalau warga kita hanya jadi penonton,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB Yek Agil, kemarin (12/3).

Lapangan kerja yang tersedia harus benar-benar dimanfaatkan putra putri daerah. Karenanya, mulai saat ini pemerintah harus menyiapkan tenaga kerja agar siap mengisi lowongan kerja yang dibutuhkan nanti. “Kalau tidak disiapkan dari sekarang nanti telat,” kata politisi PKS itu.

Namun ia juga meminta agar PT ITDC dan penyelenggara MotoGP memberikan informasi yang jelas terkait kebutuhan tenaga kerja, tenaga apa saja yang diperlukan, standar kualitas, dan kemampuan yang harus dimiliki. Sehingga pemerintah punya gambaran sejak awal terkait tenaga yang disiapkan. “Kita minta pengelola KEK Mandalika memberikan data dan didiskusikan dengan pemerintah,” ujarnya.

Dewan mendukung penuh program pelatihan dan pendidikan bagi tenaga kerja. Mereka bisa membantu penyediaan anggaran untuk pelatihan-pelatihan. “Kami ingin peluang ini dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Terkait hal itu, Gambar NTB H Zulkieflimansyah setuju. Tugas pemerintah memang menyiapkan tenaga kerja untuk lowongan itu. Jangan sampai dibutuhkan 7.000 tenaga, NTB justru kaget tidak bisa memenuhinya. Sebab jumlah itu sangat banyak. “Kami serius betul, makanya saya minta pak sekda jadi ketua tim untuk mengawal pembangunan Sirkuit Mandalika,” katanya. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks