alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Pemerintah Atur Penyelenggaraan Ibadah Ramadan di Masa Pandemi

MATARAM-Pemerintah Provinsi NTB mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 450.1/03/Fum. SE ini mengatur beberapa hal terkait penyelenggaraan ibadah di bulan Ramadan 1442 Hijriah di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya pelarangan pelaksanaan sahur dan berbuka puasa bersama yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Sedangkan ibadah salat sunat tarawih, salat fardhu, i’tikaf dan tadarus serta nuzulul quran dan salat Idul Fitri dapat dilakukan berjamaah dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan. Yakni dengan menggunakan masker, menjaga jarak minimal satu meter, membawa sajadah dan mukena sendiri, serta membawa kantong tempat alas kaki.

SE tersebut  juga membatasi durasi pengajian, tausiah, ceramah, dan kultum maksimal selama 15 menit serta membatasi kapasitas masjid 50 persen dari jumlah jamaah. Setiap masjid dan musala juga diwajibkan menunjuk petugas untuk memastikan penerapan protokol kesehatan. Begitu pula dengan pelaksanaan pemungutan zakat.

Sedangkan vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan sesuai Fatwa MUI Nomor 23/2021 dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya saat bulan Ramadan.

Wakil Gubernur NTB H Sitti Rohmi Djalilah meminta masyarakat dapat bersama-sama menjaga pengendalian penularan Covid-19 sembari beribadah dengan khusyuk dan tenang di bulan Ramadan. “Agar kita tidak mengalami lonjakan angka tertular seperti Ramadan dan Lebaran tahun lalu dan kita mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis RT,” ujar Ummi Rohmi, sapaan akrab wagub NTB, saat menggelar rapat virtual bersama pemerintah kabupaten/ kota di ruang rapat utama kantor gubernur NTB, Senin (12/4/2021).

Wagub juga mengingatkan tentang target percepatan vaksinasi Covid-19. Terutama untuk lansia yang masih belum signifikan, sebagaimana yang tertuang dalam instruksi Gubernur Nomor 180/ 2021 tentang Percepatan Pengendalian Penanganan dan Pencegahan Pandemi Korona.

Sedangkan terkait antisipasi menjelang Idul Fitri, wagub berharap agar pada minggu ketiga dan keempat Ramadan, satgas kabupaten/ kota dapat mengantisipasi pusat-pusat perbelanjaan dan tempat keramaian yang biasa dikunjungi masyarakat, serta pintu-pintu masuk dalam mengantisipasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik. (ewi/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks