alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Pesepakbola Muda NTB Akan Dikirim ke Argentina

MATARAM-Tidak hanya pendidikan formal, anak muda NTB rencananya juga akan dikirim belajar sepak bola ke luar negeri. Salah satu negara tujuannya adalah Argentina yang merupakan kampung halaman legenda sepakbola Diego Armando Maradona dan mega bintang Lionel Messi.

Ide itu tercetus saat Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menerima kinjungan Father Marcin dari Kota Torun, Polandia dan Penasehat Paus Fransiskus, Vatikan asal Argentina Mons. Ariel Torrado Mosconi di Pendapa Gubernur NTB, kemarin (12/5). “Kita kirim anak-anak muda kita yang suka sepakbola dua tiga bulan ke Argentina biar mereka senang belajar di sana,” kata Gubernur Zul.

Menurut Zul, Argentina melahirkan banyak pesepakbola andal dan jadi bintang dunia. Maka tidak salah jika bibit-bibit pesepakbola muda dari NTB dikirim belajar ke sana. Dia berharap melalui Penasehat Paus Fransiskus asal Argentina Ariel Torrado Mosconi, pintu kerja sama itu bisa dibuka.

Zul juga mengungkapkan, Lombok tahun 2021 akan menjadi tuan rumah MotoGP. Banyak kerja sama yang bisa dibangun NTB dengan Argentina. Apalagi mereka juga sudah pengalaman menjadi tuan rumah MotoGP. Pengalaman itu bisa dibagi kepada NTB agar bisa menjadi tuan rumah yang sukses.

Gubernur Zul menegaskan, tugasnya seluruh jajaran pemerintah untuk memastikan kerja sama terbangun dengan baik dengan berbagai negara, termasuk Argentina. Hubungan kerja sama dengan negara-negara di dunia tidak hanya terkait pendidikan. Tetapi juga termasuk pariwisata, pertanian, olahraga, industri serta bidang yang menjadi fokus program pemerintah NTB saat ini.

“Penasehat di Vatikan ini datang untuk menjamin kolaborasi dengan kita. Ini menunjukkan bahwa menjalin persahabatan dan komunikasi itu tidak hanya pendidikan saja, tapi juga bidang-bidang lainnya,” kata Zul.

Dalam waktu dekat akan segera mengkonkretkan kemungkinan kerja sama itu. Tapi karena baru pertemuan awal,  ia belum mau menjanjikan hal-hal muluk terkait kolaborasi tersebut. “Banyak kemungkinan yang bisa kita kerjasamakan. Kita akan coba konkretkan satu-satu,” katanya.

Sementara itu, Ariel Torrado sekaligus penasehat Vatikan itu menyambut baik bila Pemprov NTB membangun kerja sama dengan pemerintah Argentina. Rencana-rencana itu harus dirumuskan lebih detail.

Dia mengatakan, Argentina merupakan negara yang terkenal dengan sepakbola. Mereka punya banyak akademi yang melahirkan bintang lapangan hijau. Sehingga, kerja sama bidang olahraga sangat terbuka.

Selain bicara masalah kerja sama investasi dan pendidikan, inti kedatangan Ariel Torrado sebenarnya ingin membangun silaturahim dan membuka keran komunikasi dengan Indonesia Indonesia.

Ariel Torrado mengaku terkesan dengan kehidupan yang harmonis antar umat beragama di Indonesia, khususnya NTB. Hal itu sejalan dengan pesan Paus Fransiskus bahwa agama harus menjadi pemersatu.

Ia berharap kerukunan itu terus dijaga. Sehingga tidak ada lagi konflik yang mengatasanamakan agama. Agama katanya harus hadir dalam kehidupan sehari-hari manusia dan menjadi penyejuk dan membuat kehidupan manusia harmonis. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks