alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Jelang Lebaran 4.800 TKI Akan Pulang ke NTB

MATARAM-Ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) dan pelajar NTB akan pulang kampung (pulkam). ”Besok (hari ini) anak SMK yang pulang,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia, Selasa (12/5).

Ia menyebut, jumlah pelajar yang akan pulang hari ini 85 orang. Mereka adalah siswa SMK kelautan yang baru selesai praktik lapang di Pati, Jawa Tengah. ”Mereka berasal dari SMK Alas, SMK Seteluk, dan SMK Keruak,” katanya.

Para pelajar akan pulang melalui Pelabuhan Lembar. ”Kami sediakan penjemputan, diantar sampai alamat, gratis,” tegasnya.

Pemprov akan bertanggungjawab atas mereka. Terlebih mereka merupakan pelajar yang telah menempuh perjalanan jauh dan melalui berbagai pemeriksaan.  ”Repot juga mengurus perjalanan di tengah Jatim lagi PSBB, banyak syarat dan ketentuan, di mana-mana ada penyekatan,” jelas Bayu.

Selain pelajar, 4.800 orang PMI akan pulang melalui Lombok International Airport (LIA). Kedatangan mereka akan diawasi ketat, namun waktunya belum dipastikan. ”Kami akan menerapkan prosedur yang sudah ditetapkan,” katanya.

Semua PMI wajib karantina selama 14 hari untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. ”Setidaknya karantina rumah untuk yang sehat dan karantina terpusat untuk yang sakit,” katanya.

Semua PMI membawa dokumen kesehatan, tetapi tetap akan dilakukan pemeriksaan lagi di bandara. ”Jika ditemukan ada yang sakit, akan dilakukan test ulang,” jelasnya.

Mereka yang hasil tesnya reaktif akan langsung dirujuk ke RSUD NTB. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram sudah menyiapkan ambulans. Tapi terkait waktunya, pemprov masih menunggu informasi dari kementerian.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Hj Wismaningsih Drajadiah mengaku belum mendapatkan informasi detail terkait pemulangan. ”Kami masih koordinasi dengan BNP2MI,” katanya.

Data Disnakertrans NTB menunjukkan, jumlah PMI yang pulang dari tanggal 1 Januari hingga 27 April lalu mencapai 810 orang. Pulang melalui bandara 393 orang dan 417 orang pulang melalui pelabuhan. Sejauh ini, dari semua PMI NTB yang pulang tidak ada yang terjangkit Covid-19.

Para PMI yang pulang telah melalui serangkaian pemeriksaan yang ketat sehingga bisa sampai di kampung halaman. Mereka pun taat mengikuti aturan dari pemerintah. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks