alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Penyaluran JPS Gemilang Tahap Dua Tunggu Validasi Data Penerima

JARING Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Pemprov tahap kedua bersiap disalurkan. Saat ini, validasi data penerima sedang digenjot.

”Semua daerah sedang proses, mudahan Jumat-Sabtu ini tuntas,” kata Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (12/5).

Ia mencontohkan, di Kabupaten Lombok Barat dan Sumbawa Barat validasi data keluarga penerima JPS hampir rampung. ”Kami terus membangun komunikasi dengan pemda, prinsipnya semua masuk minggu ini,” katanya.

Sembari menunggu validasi data, proses pengadaan barang paket JPS Gemilang juga digencarkan. Saat ini menjadi kesempatan bagi UKM dan IKM untuk memenuhi kecukupan barang yang dipesan pemerintah.

”Ketika data sudah selesai barang juga siap,” jelasnya.

Khalik menjelaskan, proses validasi data penerima JPS Gemilang dilakukan berbasis desa. ”Kami telah membagi kuota penerima masing-masing desa,” katanya.

Kepala desa berperan penting dalam penentuan keluarga penerima bantuan. Dinas sosial memberikan data calon penerima berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial. Mereka mencocokkan data itu dengan kondisi di lapangan.

”Kalau ada warga yang berhak tapi belum masuk daftar, bisa mereka masukkan,” jelasnya.

Demikian sebaliknya, jika ada keluarga di dalam daftar itu sudah menerima bantuan lain atau tergolong mampu, bisa mereka keluarkan. Kemudian menggantinya dengan warga yang berhak dan memenuhi syarat.

Calon penerima itu ditetapkan melalui SK kepala desa. ”Kita memberikan kewenangan kepada kepala desa,” katanya.

Dengan pola itu, ia berharap terbangun kerja sama yang kuat antara Pemprov, Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa. ”Kalau ada kepala desa yang mau komplain, sebaiknya langsung ke dinas, sehigga tidak perlu berdebat di medsos,” harapnya.

Dinas Sosial juga mengerahkan para pendamping sosial untuk membantu kepala desa dan lurah dalam proses validasi tersebut.

Pada penyaluran JPS Gemilang tahap II, keluarga penerima ditambah menjadi 125 ribu KK. Selain data dari desa dan dinas, juga ada kuota 16 ribu KK untuk kategori korban PHK dan keluarga tidak mampu yang tidak masuk data terpadu.

”Kecuali pekerja bidang pariwisata, mereka sudah ada bantuan JPS sebanyak 15 ribu paket dari Kementerian Pariwisata melalui Dinas Pariwisata NTB,” terangnya.

Ekosistem Baru Perekonomian

 

Sementara itu, kemarin Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menggelar rapat persiapan penyaluran JPS Gemilang tahap II. Orang nomor satu di NTB ini meyakini penyaluran tahpa dua akan lebih baik. Saat ini kata dia, persoalan data penerima saat ini sedang divalidasi dan segera rampung. Sementara untuk item-item produk dalam JPS tahap II ini tetap akan didominasi produk lokal.

Gubernur menegaskan bahwa JPS Gemilang adalah sebuah pesan, bukan hanya program semata. Pesan yang dimaksud adalah pemberdayaan industri kecil menengah dan UMKM di NTB. “Jangan sampai IKM di dalam daerah tidak merasakan manfaatnya,” katanya.

Pemerintah kata dia tidak ingin memberikan bantuan dan mengejar volume besar dengan menggunakan pabrikan dan IKM tidak diberdayakan. Dia menegaskan, IKM NTB mampu memenuhi permintaan. Karena itu, pemerintah benar-benar serius memberdayakan IKM.

Dia juga menyampaikan bahwa para kepala daerah di NTB juga sangat bersemangat dalam mendukung program JPS Gemilang. Hal ini dikarenakan seluruh IKM dan UMKM yang terlibat berasal dari seluruh kabupaten/kota Di NTB.

Dalam JPS Tahap II ini, sebanyak 362 IKM/UMKM dilibatkan. Setiap kabupaten/kota memiliki IKM yang berbeda-beda sehingga akan saling menutupi dengan nilai yang sama.

“Peta industrialisasi di NTB mulai terlihat. Dari sini bisa kita buatkan roadmap industrialisasi di seluruh kabupaten/kota,” katanya. Gubernur yakin, JPS Gemilang ini akan mampu menciptakan ekosistem baru dalam perekonomian di NTB. Terutama setelah pandemi. (ili/kus/JPG/r6)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks