alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

MATARAM-Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

“Kota Mataram masih berstatus zona merah, makanya kegiatan CFD belum kita buka,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang.

Pagi kemarin, aktivitas berolahraga memang ramai di Jalan Udayana. Menurut Martawang, pemkot sebenarnya tidak mempersoalkan mengenai aktivitas berolahraga yang dilakukan masyarkat. Hanya saja, dari pantauan kemarin pagi, banyak masyarakat yang belum disiplin. Menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid.

Karena itu, tim gugus tugas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta TNI Polri langsung melakukan penertiban. Khusus untuk masyarakat yang tidak disiplin.

”Kita lihat masih ada yang bergerombol. Tanpa mematuhi protokol covid,” ujar Aweng, sapaan karib Martawang.

Kata Aweng, masyarakat yang tidak menggunakan masker langsung diberikan sanksi pada saat itu juga. Mereka diminta untuk push up. Petugas juga memberi pemahaman soal pentingnya mematuhi protokol covid di saat pandemi ini.

Harapannya, ketika masyarakat berolaharga di minggu berikutnya, mereka bisa melakukan protokol kesehatan tersebut. ”Yang tidak pakai masker, kita berikan masker,” tuturnya.

Tingkat kedisiplinan masyarakat di masa pandemi menjadi penting. Untuk menekan laju pertumbuhan angka positif covid di Kota Mataram. Sayangnya, harapan pemkot tak sejalan dengan kondisi di lapangan.

Aweng menyebut masih ada beberapa warga yang tidak disiplin. Enggan mengikuti kebijakan dan imbauan pemerintah. Padahal protokol kesehatan di masa pandemi punya tujuan baik. Memproteksi diri sendiri dan juga orang lain.

Gugus tugas akan tetap melakukan pendekatan secara persuasif. Memberi penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat. Mengenai bahayanya covid dan pentingnya protokol pencegahan. ”Kalau tidak diindahkan maka penegakan hukum menjadi pilihan,” tegas Aweng.

Upaya imbauan akan terus dilakukan gugus tugas. Hingga data perkembangan kasus covid di Kota Mataram melandai. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut terlibat. Mencegah dan penekan penyebaran covid dengan mengikuti protokol kesehatan.

”Terus kita lakukan. Membentukan disiplin ini kan tidak mudah, tapi akan kita lakukan untuk kebaikan bersama,” tandas Aweng.

Sementara itu, juru bicara gugus tugas penanganan covid Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, selain penertiban di Jalan Udayana, sepekan terakhir pemkot melakukan patroli di seluruh wilayah. Dengan melibatkan unsur TNI Polri. Sasarannya, tempat-tempat warga berkumpul.

”Kita imbau terus soal social dan physical distancing ini,” kata Suwandiasa.

Lebih lanjut, OPD lain juga turut melakukan pengawasan di wilayah kerja masing-masing. Seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman di ruang terbuka hijau. Kemudian Dinas Perdagangan untuk 19 pasar tradisional.

Dinas Pariwisata memantau destinasi wisata. Seperti Pantai Gading, Pantai Mapak, Loang Baloq, hingga Taman Mayura. ”Harapan kita, semua masyarakat bisa menerapkan mengenai protokol kesehatan covid ini,” ujarnya. (dit/jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks