alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Jenazah TKW asal NTB Ditahan di Rumah Sakit Malaysia

KOTA BIMA-Nasib tragis dialami, Murni, TKW asal Kelurahan Dara yang kini meninggal di Gleneagles Hospital (GH) Penang, Malaysia. Jenazah wanita 40 tahun ini masih tertahan di rumah sakit tersebut. Karena biaya perawatannya belum dibayar.

Informasi itu diperoleh dari Nini Karlina, TKW asal Desa Parangina, Kecamatan Sape Kabupaten Bima yang juga kerja di Pulau Pinang, Malaysia.  Almarhumah Murni meninggal pada Selasa (7/7) lalu. Hingga kemarin (12/7), jenazahnya masih berada di rumah sakit Gleneagles Hospital Penang. ”Belum ada biaya untuk menebus,” katanya.

Almarhumah kata Nini, kini sudah tujuh hari berada di rumah sakit. Untuk biaya menebus jenazah almarhumah, tidak diketahui pasti berapa. Masalahnya kata dia, saat almarhumah dirawat kedua kali di rumah sakit tersebut dibawa oleh KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Malaysia. Sementara pihak kedutaan terkesan lepas tangan atas persoalan itu.

Saat dihubungi via ponsel, Nini Karlina mengaku, soal jenazah almarhumah yang kini masih di rumah sakit menjadi beban Elsan, warga Myanmar. Karena ketika almarhum dirawat pertama kali di RS tersebut,  dia yang meregistrasi, sehingga almarhum bisa mendapatkan pelayanan medis.

Setelah almarhumah meninggal, pihak rumah sakit dan kepolisian terus menghubungi Elsan. Diancam akan dipenjara, jika jenazah almarhumah tidak segera ditebus.

”Waktu almarhumah keluar rumah sakit saat pertama dirawat, ditebus dengan uang kiriman keluarga dari Bima sekitar Rp 8 juta. Sisanya ditanggung Elsan. Sekarang Elsan jadi sasaran, karena nomor HP dan namaya masih tercatat di rumah sakit tersebut,” keluhnya.

Padahal Elsan kata Nini, membantu atas dasar rasa kemanusiaan, setelah melihat Murni sudah lima hari di rumah sakit, tapi belum mendapatkan pelayanan medis. ”Itu awalnya, Elsan menjaminkan dirinya, agar almarhum mendapatkan pelayanan medis dengan layak,” terangnya.

Diceritakan Nini, awalnya mereka tidak tahu almarhumah Murni dirawat di rumah sakit. Kemudian ada telpon keluarga dari Bima, meminta bantuannya untuk mencari tahu kondisi Murni yang saat itu sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Pulau Pinang Malaysia.

Karena Nini dan beberapa orang TKW lain asal Bima tidak memiliki dokumen lengkap sebagai TKI, mereka meminta bantuan Elsan, warga Myanmar. Dia yang kemudian keliling ke sejumlah rumah sakit di pulau tersebut.

Sementara Sarina, teman satu tempat kerja dengan almarhumah tidak memberikan informasi jelas, di rumah sakit mana almarhumah dirawat.

”Setelah hari kelima kita mencari, baru kak Murni  ditemukan di Gleneagles Hospital Penang dengan kondisi tidak dalam pewatan medis. Karena belum diregistrasi di rumah sakit setempat,” tuturnya.

Sebaliknya, Sarina justru memberikan informasi,  almarhumah dirawat di rumah sakit jiwa. Informasi itu juga yang disampaikan pada keluarga Murni di Bima.

Disingung tentang penyakit apa yang diderita alamhumah sebelum meninggal?  Nini mengaku tidak tahu. Tapi dia mengaku sempat pertanyakan itu langsung pada Murni sebelum meninggal. Saat itu kata dia,almarhumah hanya mengeluhkan badannya lemas.

Soal luka di tangan, diakui itu wajar, karena almarhumah bekerja sebagai cleaning service. Sering menggunakan bahan kimia.

”Saya juga sempat tanyakan langsung soal sejumlah memar di tubuh almarhumah. Saat itu almarhumah mengaku tidak tahu. Mungkin karena lama tidur di rumah sakit, sehingga muncul sejumlah memar tersebut,” terangnya.

Hanya saja ketika pertama kali alamrhumah dibawa ke rumah sakit, dalam keadaan tidak sadarkan diri. Alamarhumah saat itu bukan diantar ke rumah sakit, melainkan dititipkan pada supir taksi yang kemudian menurunkannya depan rumah sakit. (gun/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks