alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

MATARAM-Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, Selasa (11/8).

Dampak kekeringan yang perlu diwaspadai antara lain, kekurangan air baku untuk pertanian dan rumah tangga, kebakaran semak, lahan, hutan dan perumahan. ”Serta tetap memperhatikan kesehatan khususnya pernafasan dan dehidrasi untuk kelompok umur tertentu,” kata Luhur.

Meski demikian, masih adanya potensi pembentukan awan hujan di puncak musim kemarau. Masyarakat perlu mewaspadai kejadian hujan ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal. ”Karena bisa disertai dengan dampak lainnya seperti banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.

Dijelaskan Luhur, berdasarkan monitoring musim kemarau dasarian III Juli 2020, seluruh wilayah NTB telah memasuki musim kemarau. ”Baik monitoring berdasarkan zona musim (ZoM) maupun berdasarkan sebaran pos hujan,” jelasnya.

Beberapa daerah di NTB, kata Luhur, sedang memasuki puncak musim kemarau. Terpantau daerah itu telah mengalami hari tanpa hujan (HTH) bervariasi mulai dari kategori sangat pendek atau 1-5 hari, hingga kekeringan ekstrem di atas 60 hari tanpa hujan.

”Secara umum peringatan dini kekeringan di NTB sudah memasuki kategori siaga, dan sebagian kecil wilayah masuk kategori awas dan waspada,” jelasnya.

Daerah berstatus waspada di NTB yakni Kecamatan Dompu dan Pekat di Kabupaten Dompu. Kemuduan Kabupaten Bima di Kecamatan Belo, Donggo, Lambitu, Madapangga, Palibelo, Sape, dan Woha.

Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, Kecamatan Mataram, Kota  Mataram. Kecamatan Batu Layar dan Narmada di Lombok Barat. Di Lombok Tengah yakni  Batukliang, Batukliang Utara, dan Janapria.

Di Lombok Timur wilayah status waspada meliputi Kecamatan Kecamatan Masbagik, Montong Gading, Pringgasela, Sikur, Kecamatan, dan Suela, dan Sukamulia.

Sedangkan daerah berstatus siaga yakni Kecamatan Huu dan  Manggalewa Kabupaten Dompu, Kecamatan Bolo, Parado, Sanggar, Soromandi, dan Tambora Kabupaten Bima. Kecamatan Raba Kota Bima.

Kecamatan Alas, Alas Barat, Empang, Lenangguar, Orong Telu, Plampang, dan Sumbawa Kabupaten Sumbawa, dan Kecamatan Maluk, Sekongkang Sumbawa Barat. Serta Kecamatan Lembar Lombok Barat, Kecamatan Bayan, Gangga, dan Tanjung Lombok Utara.

Pemprov NTB telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Plt. Kalak BPBD NTB H Ahmadi mengatakan, pekan ini mereka akan rapat koordinasi dengan semua pihak, termasuk pemda kabupaten/kota. ”Kita akan segera droping air ke daerah terdampak,” katanya. (ili/r5)

 

 

Wilayah Mengalami Kekeringan Ekstrem (Level Awas) di NTB Per 10 Agustus 2020

  1. Dompu (Kecamatan Kempo, Pajo dan Kilo)
  2. Kabupaten Bima (Kecamatan Wawo)
  3. Kabupaten Lombok Timur (Kecamatan Jerowaru, Sambelia, Wanasaba)
  4. Sumbawa (Kecamatan Batulanteh, Buer, Labuhan Badas, Lape, Moyo Utara, Moyohilir, Unter Iwes, Utan)
  5. Sumbawa Barat (Kecamatan Brang Ene dan Jereweh)

* Sumber: BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks