alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Kerja Bagus! Polda NTB Lampaui Target yang Diberikan Presiden

MATARAM-Polda NTB terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Provinsi NTB ditargetkan memvaksin 41.394 orang per hari. Target tersebut sudah berhasil dilampaui (lihat grafis).

Capaian Vaksinasi Serentak TNI-Polri dan Pemprov NTB Tanggal 10 September 2021.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, semua polres jajaran ditekan untuk mencapai target harian. Mereka juga diminta terus berkoordinasi dengan TNI dan pemda setempat agar target vaksinasi tercapai. ”Kapolda NTB (Irjen Pol Muhammad Iqbal) telah memerintah semua polres jajaran untuk mencapai target yang sudah ditetapkan,” kata Artanto, Minggu (12/9).

Provinsi NTB menjadi prioritas percepatan vaksinasi. Itu untuk mempersiapkan event World Superbike (WSBK) dan MotoGP tahun 2022. ”WSBK diselenggarakan November. Bulan depan ditargetkan vaksinasi harus sudah mencapai 70 persen,” ujarnya.

Target itu harus tercapai di kabupaten/kota yang menjadi penyangga lokasi pelaksanaan event tersebut. Yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah (Loteng), dan Kota Mataram. ”Makanya Batalyon Vaksinator yang sudah dibentuk tidak ada hari libur. Sabtu dan Minggu tetap masuk melakukan kegiatan vaksinasi,” kata Artanto.

Masing-masing polres jajaran telah melakukan berbagai inovasi untuk mencapai target tersebut. Mereka melibatkan berbagai komunitas, tokoh masyarakat, pemuda, dan stakeholder lainnya. ”Alhamdulillah, target tersebut mampu dicapai. Kalau vaksinasi yang kita lakukan sudah mencapai 125 persen,” klaimnya.

Kini, stok vaksin yang ada di Polda NTB tinggal beberapa dosis lagi. Saat ini yang digenjot adalah stok vaksin yang ada di TNI dan Pemprov NTB. ”Kita genjot sama-sama,” ujarnya.

Berdasarkan data vaksin.Kemenkes.go.id, Provinsi NTB telah menerima 1,324 juta dosis vaksin. Sebanyak 1,242 dosis sudah tersalurkan.

Artanto mengatakan, data tersebut masih terus di-update. Setiap selesai vaksin langsung tercatat melalui aplikasi Primary Care  (PCare). ”Aplikasi itu sudah terdaftar di Kemenkes,” jelasnya.

Jika suplai vaksin sudah disalurkan semua, pemda bakal meminta kembali ke Kementerian Kesehatan. ”Kalau sudah habis segera kita meminta suplai vaksin lagi agar seluruh warga NTB mendapatkan vaksin,” katanya.

Artanto mengimbau masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi. Agar mampu menekan penyebaran Covid-19. “Ingat, tidak efek sampingnya dengan divaksin,” jelasnya.

Vaksinasi ditentukan sesuai SOP. Setiap penerima vaksin dicek kesehatannya. ”Jika ada komorbid atau penyakit penyerta tidak akan divaksin,” katanya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks