alexametrics
Senin, 24 Januari 2022
Senin, 24 Januari 2022

Dishub NTB Matangkan Persiapan Transportasi MotoGP

MATARAM-Dinas Perhubungan (Dishub) NTB mematangkan manajemen transportasi untuk balapan MotoGP. ”Terus kita koordinasikan. Kan sudah ada pengalaman kita pas kemarin World Superbike,” kata Kepala Dishub NTB HL Mohammad Faozal.

Faozal menyebut persiapan transportasi untuk MotoGP terus dimatangkan. Manajemen lalu lintasnya tak jauh beda saat perhelatan World Superbike (WSBK) pada November tahun lalu.

Bedanya hanya dari kuantitas penonton. Yang diperkirakan saat MotoGP nanti akan dihadiri sekitar 65 ribu orang. Dari penonton lokal di NTB, domestik, hingga internasional.

Perkiraan penambahan jumlah penonton, akan diimbangi dengan armada transportasi, seperti bus maupun mobil. Hanya saja, Dishub belum memutuskan berapa jumlah penambahan bus untuk mengangkut penonton menuju Pertamina Mandalika International Street Circuit.

”Kita lihat nanti dari jumlah existing penontonnya. Baru setelah itu bisa kita ukur berapa penambahan armada,” ujarnya.

Selain persoalan armada bus, Dishub NTB juga mengatensi mengenai kapal cepat dari Bali menuju Pulau Lombok. Faozal mengatakan, operasional kapal cepat akan dioptimalkan. Namun dengan tetap melihat peluang pasar di Bali. Sehingga bisa disesuaikan dengan jumlah kapal cepat yang akan dioperasikan.

”Demandnya masih kita lihat. Kalau sekarang kan belum kelihatan. Kalau sudah, baru kita sesuaikan, yang jelas kapalnya siap,” kata Faozal.

Untuk saat ini, setelah pandemi covid melanda, Faozal menyebut hanya tiga unit kapal cepat dari Bali yang menuju Pelabuhan Bangsal, di Kabupaten Lombok Utara. ”Karena memang di Bali sekarang demandnya rendah,” ujarnya.

Kesiapan kapal cepat menuju Lombok, untuk memfasilitasi penonton MotoGP yang memilih menginap di Bali. Proyeksi tersebut tak lepas dari kondisi akomodasi di NTB, yang diperkirakan belum mampu menampung seluruh penonton MotoGP.

Sejauh ini, Dispar NTB sudah menghitung secara keseluruhan untuk Pulau Lombok. Mencakup hotel bintang; hotel melati; vila; bungalow; dan homestay.

Di Kabupaten Lombok Timur, terdapat 208 akomodasi dengan jumlah kamar sebanyak 864 unit. Lombok Utara 186 akomodasi dan jumlah kamarnya 2.313 unit. Lombok Tengah 195 akomodasi dan jumlah kamarnya 1.568 unit.

Kemudian Lombok Barat terdapat 98 akomodasi dengan jumlah kamar 2.827 unit. Selanjutnya di Kota Mataram terdapat 139 hotel bintang, melati, dan homestay dengan jumlah kamar mencapai 3.473 unit.

Sementara jumlah penonton yang nanti diperkirakan hadir saat MotoGP mencapai 65 ribu orang. Karena itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Fadjar Hutomo menyebut, alternatif akomodasi penonton MotoGP, bisa dilakukan dengan mobilisasi rumah warga sebaga tempat penginapan.

”MotoGP tentu jadi peluang bagi homestay. Tawarkan kepada masyarakat yang punya kamar lebih untuk disewakan,” saran Fadjar. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks