alexametrics
Senin, 24 Januari 2022
Senin, 24 Januari 2022

Jelang Motogp, Pemprov NTB Butuh Rp 680 M untuk Poles Wajah NTB

MATARAM-Pemprov NTB membutuhkan anggaran mencapai Rp 680 miliar untuk persiapan MotoGP. Anggaran itu telah diusulkan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah ke pemerintah pusat di akhir November tahun lalu.

Hanya saja, hingga pekan kedua Januari ini, pemerintah pusat belum memutuskan berapa jumlah anggaran yang akan diberikan, melalui skema penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK). ”Sedang dibicarakan. Belum putus berapa yang pastinya akan diberikan,” kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan(DJPb) NTB Sudarmanto.

Pembahasan terhadap usulan gubernur sedang dilakukan. Darmanto sendiri belum bisa memastikan berapa jumlah anggaran yang nantinya disetujui. Yang pasti, penggunaannya untuk menata kawasan di sekitar Sirkuit Pertamina Mandalika dan areal pendukung lain untuk MotoGP.

”Entah jadinya berapa, nanti alokasinya di kementerian mana, kita juga belum tahu. Ini masih dibahas,” ujarnya.

Kesiapan infrastruktur dan sarana penunjang lain untuk MotoGP tetap menjadi atensi Presiden Joko Widodo. Yang harus dipastikan sudah selesai semua sebelum balapan digelar pada pertengahan Maret.

”Sudah ada Pak Hadi (Tjahjanto) juga di sini untuk memantau, memastikan semuanya selesai sebelum MotoGP,” kata Darmanto.

Tambahan anggaran yang diminta gubernur diajukan melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Nilainya sebesar Rp 680,66 miliar.

Beberapa waktu lalu, kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, anggaran yang diusulkan digunakan untuk 10 program. Antara lain, penataan koridor kawasan Pertamina Mandalika International Street Circuit dengan kebutuhan anggaran Rp 70 miliar; pengembangan Industri Kecil Menengah dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah hingga pusat kuliner Rp 24 miliar.

Peningkatan ruas jalan Kuta-Keruak sebesar Rp 125,25 miliar; penanganan gawat darurat dan penambahan sarana dan prasaranan kesehatan Rp 111,41 miliar; penanaman pohon sepanjang jalan dari Kota Mataram ke BIZAM hingga KEK Mandalika Rp 8,9 miliar.

Fasilitas keselamatan jalan membutuhkan anggaran Rp 182,35 miliar; rehabilitasi hutan dan lahan Rp 17,55 miliar; pengembangan destinasi, event, dan pemasarannya sebesar Rp 40,78 miliar.

Selanjutnya ada pengolahan limbah dan sampah dengan kebutuhan anggaran Rp 65,05 miliar. Peningkatan daya saing hingga nilai tambah untuk industri Rp 24 miliar. Fasilitas keselamatan jalan Rp 182,35 miliar. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks