alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

180 Perusahaan di NTB Tutup, 11 Ribu Pekerja Dirumahkan tanpa Gaji

MATARAM-Pandemi Virus Korona membuat pengusaha di Bumi Gora tidak berkutik. Bagi mereka, dampaknya jauh lebih besar dibanding gempa 2018.

”Ini bencana paling sulit. Kami seperti tidak bisa bergerak,” kata Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) NTB Ni Ketut Wolini, pada Lombok Post, kemarin (13/4).

Ketika dilanda gempa, pengusaha kala itu bisa cepat bangkit. Mereka segera menata usahanya kembali. ”Sebulan saja waktu itu sudah bisa kita eksis,” tuturnya.

Berbeda dengan bencana non alam Covid-19, hampir semua pengusaha terdampak. Dalam sekejap sebagian besar tutup sementara, terutama usaha bidang pariwisata. ”Dari 500 anggota Apindo 70 persennya tutup, tapi tidak permanen,” jelasnya.

Perusahaan-perusahaan tutup karena hampir tidak ada turis datang. ”Usaha yang masih eksis itu sembako,” ungkapnya.

Pengusaha tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, apalagi pandemi Covid-19 menimpa hampir seluruh negara di dunia. Kalau pun mau promosi pariwisata, banyak negara kini lockdown. Warga asing tidak bisa masuk, orang Indonesia juga tidak bisa berpergian. ”Kita benar-benar tidak bisa bergerak,” katanya.

Jika kondisi terus seperti saat ini, pengusaha hanya bisa bertahan maksimal tiga bulan lagi. ”Itu pun kalau kuat. Beratnya di biaya operasional yang tinggi sedangkan pendapatan tidak ada,” ujarnya.

Dia berharap pandemi Covid-19 segera selesai. ”Mudahan perkiraaan saya salah,” katanya.

Salah satu konsekuensinya, kini perusahaan banyak merumahkan karyawan. ”Kalau anggota Apindo belum ada laporan PHK, yang ada merumahkan sementara tanpa gaji,” katanya.

Ada juga yang mengurangi kerja karyawannya. Pekerja masuk secara bergiliran. ”Misalnya punya tenaga kerja 20 orang, masuknya giliran, gajinya setengah,” katanya.

Biaya operasional tertinggi kata Wolini adalah gaji pekerja. Hotel berbintang punya pekerja sampai 200 orang. Kemudian listrik dan air, serta operasional sehari-hari. ”Kami harap pemerintah memberikan keringanan pajak,” katanya.

Kartu Prakerja

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB M Agus Patria mengatakan, pandemi Covid-19 cukup memukul dunia usaha. Perusahaan yang tutup di NTB mencapai 180 perusahaan. ”Terbanyak hotel restoran, villa, dan perusahaan travel. Ini belum termasuk UKM,” sebutnya.

Agus Patria menjelaskan, perusahaan-perusahan itu tidak tutup selamanya, mereka hanya tidak beroperasi selama bencana Covid-19. ”Perusahaan akhirnya merumahkan karyawannya, tapi bukan PHK,” kata Agus.

Dari 180 perusahaan itu, karyawan yang dirumahkan mencapai 11 ribu orang. ”Mereka ini nanti akan mendapatkan kartu prakerja,” katanya.

Pemprov mengusulkan supaya mereka mendapatkan kartu prakerja dari pusat. ”Bersamaan dengan usulan dari daerah,” ujarnya.

Usulan penerima kartu prakerja dari kabupaten/kota se-NTB mencapai 18.641 orang. Sehingga total calon penerima kartu prakerja menjadi 29.641 orang. ”Kami hanya usulkan nanti pusat yang menentukan,” katanya.

Pekerja yang mengantongi kartu prakerja mendapatkan bantuan Rp 600 ribu tiap bulan. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pelatihan keterampilan secara online. Waktu pencairan belum ia pastikan. ”Yang dapat pelatihan langsung menerima di rekeningnya,” jelasnya.

Pemberian kartu prakerja merupakan salah satu upaya mengurangi dampak sosial ekonomi pandemi Covid-19. ”Pemprov juga menyiapkan jaring pengaman sosial (JPS) bagi 32 ribu KK pekerja sektor formal dan informal terdampak,” tambahnya.

Terpisah, Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB Lalu Wira Sakti menyesalkan proses pemberian kartu prakerja tidak melibatkan serikat pekerja. ”Harusnya serikat-serikat pekerja dilibatkan untuk mendata pekerja yang terdampak,” katanya.

Bila ingin datanya lebih valid, Pemprov bisa bersurat ke organisasi kerja. Kalau pun tidak, cukup pesan WhatsApp. ”Jangan hanya memunculkan di media, tapi siapa yang menerima tidak jelas,” katanya.

Data penerima menurutnya harus klir terlebih dahulu. Jangan sampai penyaluran bantuan terkesan sembarangan. ”Kami SPN mulai meminta data anggota yang di-PHK dan dirumahkan,” katannya.

Wira Sakti menyebut, cukup banyak pekerja di Lombok Barat  dirumahkan, bahkan salah satu perusahan di Gili Trawangan mem-PHK 35 orang pekerja. ”Banyak sekali yang dikeluarkan begitu saja,” katanya.

Karena itu, penting sekali pemerintah melibatkan organisasi pekerja agar bantuan tepat sasaran. ”Kami saat ini masih menghimpun data anggota yang dirumahkan,” katanya.

SPN juga meminta para pengusaha memberikan hak-hak para pekerja bila dirumahkan atau di-PHK. Perusahaan harus tanggungjawab. ”Selama ini mereka kan sudah mendapat banyak untung,” katanya.

Terkait itu, Kadis Agus Patria menjelaskan, oraganisasi pekerja bisa mendaftarkan langsung anggotanya. Pendaftaran tidak hanya melalui pemda, tetapi juga bisa secara online. ”Silahkan mereka daftarkan anggota, bisa kok,” katanya.(ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks