alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Rp 15,3 Miliar Dana Desa Dialokasikan Untuk Penanganan Korona di NTB

MATARAM-Dana desa mulai dipakai untuk penanganan covid-19. Hingga kemarin, Rp 15,3 miliar telah dialokasikan untuk penanganan pandemi virus korona. ”Datanya bergerak terus, laporan dari Dompu belum masuk,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) NTB H Ashari, pada Lombok Post, kemarin (13/4).

                 Ashari menjelaskan, penggunaan dana desa untuk penanganan covid-19 sesuai Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2020. ”Semua sudah diatur di sana,” jelasnya.

                Pada surat edaran menteri, dana desa tahap pertama dipakai untuk program desa tanggap Covid-19 dan padat karya tunai desa (PKTD). ”Sedangkan dana tahap dua dan tiga dipakai untuk bantuan langsung tunai Rp 600 ribu per KK, April sampai Juni,” jelasnya.

                Warga yang dipekerjakan dalam PKTD adalah orang miskin, pengangguran, setengah pengangguran, dan kelompok marjinal. ”Upah pekerja diberikan setiap hari,” jelasnya.

                Pelaksanaan PKTD menerapkan prinsip-prinsip pencegahan penyebaran virus korona. Mereka harus menjaga jarak satu sama lain. ”Pekerja yang batuk pilek wajib mengunakan masker,” katanya.

                PKTD digalakkan agar perekonomian warga tidak terpuruk akibat pandemi virus korona. ”Harapannya perekonomian desa tetap bergerak,” kata Ashari.

                Sedangkan untuk kegiatan desa tanggap Covid-19, pemerintah desa wajib membentuk relawan desa lawan Covid-19. Relawan diketuai langsung kepala desanya. ”Tugas relawan ini melakukan pencegahan penyebaran virus Korona,” katanya.

                Para relawan mengedukasi warga, mendata penduduk sakit, mengidentifikasi fasilitas desa yang bisa dipakai sebagai ruang isolasi, menyediakan hand sanitizer di tempat umum. ”Serta melakukan deteksi dini penyebaran Covid-19,” terangnya.

                Ashari menambahkan, surat edaran itu menjadi dasar pemerintah desa menggeser anggaran belanja untuk penanggulangan bencana. ”Termasuk untuk pembiayaan PKTD,” jelasnya.

                Pelaksanaan di NTB, kata Ashari, cukup menggembirakan. Itu tercermin dari dana desa yang digeser mencapai Rp 15,3 miliar atau 26,97 persen dari Rp 493,3 miliar lebih dana tahap pertama.

                Sedangkan desa yang telah membentuk tim relawan baru 453 desa dari 995 desa di NTB. ”Data ini masih sementara belum masuk semua, besok bisa bertambah,” jelasnya.

                Terpisah, Kepala Kantor Wilayah DJPb NTB Syarwan menyebut, dari 995 desa, baru 617 desa yang mencairkan dana. Jumlah dana desa tahap pertama yang cair baru Rp 312,2 miliar lebih. ”Sebagian APBDes belum selesai sehingga belum mencairkan,” katanya.

Terkait kendala, menurut Syarwan pemda masing-masing desa lebih tahu persoalannya. Dia berharap pencairan tahap pertama tuntas semua. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks