alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Tanggap Darurat Korona, NTB Belum Siapkan Penerapan PSBB

MATARAM—Pemprov NTB telah menaikan status penangan wabah korona dari siaga menjadi Tanggap Darurat. Namun demikian Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik mejelaskan, belum ada opsi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ”Blum ada wacana ke sana, tapi terus dilakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan yang terjadi,” katanya.

Peningkatan status darurat akan berpengaruh pada eskalasi penanganan. ”Kami minta pemda kabupaten kota mengambil langkah memutus mata rantai penyebaran virus,” katanya.

Pemutusan mata rantai penyebaran dilakukan dengan menetapkan area tertib soacial distancing di lingkungan warga positif Covid-19. ”Isolasi kampung selama 21 hari cukup untuk memastikan tidak ada penyebaran baru di kampung tersebut,” katanya.

Di tingkat desa perlu dibuat ruang observasi mandiri. Itu untuk mengantisipasi pemudik dari daerah pandemi. ”Ruang observasi ini menjadi tempat isolasi tingkat desa, sehingga lebih dekat dengan keluarga,” harapnya.

Khalik menambahkan, perlu sikap tegas mengurai keramaian di tengah masyarakat. ”Pengawasan TNI-Polri dan Satpol PP diperkuat di lapangan,” katanya.

PDP Meninggal 12 Orang

Meski status darurat dinaikkan, Senin (13/4) kemarin, tidak ada penambahan kasus positif Covid-19. Jumlah pasien positif masih 37 orang, empat orang diantaranya sembuh. Kemudian dua orang meninggal dunia. ”Saat ini 31 orang positif menjalani perawatan dengan kondisi semakin membaik,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 146 orang, 60 orang diantaranya masih diisolasi dan 86 orang sembuh. Namun PDP meninggal bertambah menjadi 12 orang.

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya 3.812 orang. Terdiri dari 1.385 orang dalam pemantauan dan 2.427  orang selesai pemantauan.

Kemudian orang tanpa gejala (OTG) mencapai 5.695 orang. ”Mereka pernah kontak dengan pasien positif tapi tidak ada gejala,” jelasnya.

Sedangkan pelaku perjalanan tanpa gejala (PPTG) 26.328 orang, yang masih menjalani karantina 15.240 orang. ”Selesai menjalani masa karantina sebanyak 11.088 orang,” tandasnya.(ili/r6/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks