alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

THR bikin Pengusaha Galau

MATARAM-Pandemi virus korona (Covid-19) membuat pengusaha di NTB galau. Khususnya, untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR). “Jangankan untuk bayar THR, untuk kebutuhan pengusahannya sendiri juga sulit,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) NTB Ni Ketut Wolini, kemarin (13/4).

Pembayaran THR telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Menurut Wolini, kondisi sekarang ini tidak sama seperti pascagempa 2018 lalu. “Pengusaha sekarang sudah pada tutup. Hanya saja dengan kondisi seperti ini tergantung dari pengusahanya seperti apa. Tetapi tetap kami imbau mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk perusahaan yang terbilang masih mampu, dapat membayarkan THR karyawannya. Meksipun tidak dibayarkan secara utuh oleh perusahaan. Namun, jika memang perusahaan tersebut benar-benar sehat (eksis) dan mampu membayarkan, maka harus dibayarkan secara penuh.

Sementara itu, bagi perusahaan yang tutup juga sangat sulit untuk mereka bisa bayarkan. Tak hanya itu, penundaan pembayaran THR pun kemungkinan tidak. Mengingat, pembayaran THR harus dilakukan 7 hari sebelum hari raya. “Kalau penundaan sih tidak ada istilahnya, karena THR itu diperlukan pada hari raya,” jelasnya.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) NTB Syawaludin mengatakan, pengusaha saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan, tak sedikit pengusaha yang menutup usahanya sejak Covid-19 menyerang Indonesia.

“Kalau soal THR saya belum bisa bicara. Hanya saja kita berharap pandemi virus korona ini bisa usai sebelum puasa atau lebaran,” katanya.

Ia menilai, di tengah kondisi ini pasti memberatkan bagi pengusaha. Baik untuk membayar upah dan THR tersebut. Meskipun memang secara kewajiban merupakan tanggung jawab pengusaha yang membayarkan. Seusai dengan PP yang terkait pembayaran THR karyawan.

“Tapi kami masih ada bantuan restrukturisasi. Pengusaha ini tidak perlu memikirkan angsuran pembayaran kredit usaha mereka. Kita harapakan persoalan ini segera selesai,” tuturnya.

Menurut dia, anggota Hipmi NTB saja sudah 80 persen yang terdampak Covid-19. Didominasi oleh pelaku UMKM. “Untuk sekarang kita wait and see dulu. Semoga wabah ini cepat berlalu,” tutupnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks