alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

4.800 Orang Pekerja Migran Akan Pulang Kampung, Pemda Antisipasi Potensi Klaster Baru

MATARAM-Kepulangan pelajar dan pekerja migran Indonesia (PMI) bak buah simalakama. Daerah dihadapkan pada pilihan sulit.

Di satu sisi kepulangan mereka berisiko membawa virus korona, tapi di sisi lain pemerintah tidak boleh melarang warga yang ingin pulang kampung. ”Ini membuat kita harus bekerja lebih ekstra lagi,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi di ruang kerjanya, kemarin (13/5).

                Jumlah PMI asal NTB yang akan pulang minggu ini mencapai 4.800 orang. Mereka adalah buruh migran yang habis masa kontraknya. Selain itu, 85 orang pelajar SMK kelautan yang baru selesai praktik lapang di Pati, Jawa Tengah.

                Kedatangan ribuan kaum migran itu mendapat pengawasan ketat. Ia berharap, semuanya sehat dan tidak terjangkit virus. ”Mereka sangat rentan, meski sehat tapi mereka berisiko tertular dalam perjalanan pulang,” katanya.

Kedatangan mereka, kata sekda, membuat upaya penuntasan kasus Covid-19 di NTB lebih berat lagi. Karena pemprov kini harus mengantisipasi lahirnya klaster-klaster baru. ”Mudahan tidak menjadi klaster baru,” katanya.

Karenanya, semua yang pulang akan mendapat pengawalan dan pemeriksaan ketat. ”Yang pulang wajib melakukan isolasi mandiri,” tegasnya.

                Sekda mengakui, tren penambahan kasus saat ini berkurang dan tren pasien sembuh semakin baik. Tapi hal itu tidak boleh membuat masyarakat lalai. ”Kewaspadaan harus tetap ditingkatkan,” imbuhnya.

Meski pun pemerintah memberikan kelonggaran melakukan perjalanan, juga tidak bisa membuat warga santai-santai. Sebab syarat untuk bisa terbang saat ini diperketat. ”Kalau tidak penting-penting amat tidak usah keluar daerah,”  ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia menjelaskan, kedatangan mereka akan diawai ketat. ”Kami akan menerapkan prosedur yang sudah ditetapkan,” katanya.

Semua PMI wajib karantina selama 14 hari untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. ”Setidaknya karantina rumah untuk yang sehat dan karantina terpusat untuk yang sakit,” katanya.

Semua PMI membawa dokumen kesehatan, tetapi tetap akan dilakukan pemeriksaan lagi di bandara. ”Jika ditemukan ada yang sakit, akan dilakukan tes ulang,” jelasnya.

Mereka yang hasil tesnya reaktif akan langsung dirujuk ke RSUD NTB. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram sudah menyiapkan ambulans. Tapi terkait waktunya, pemprov masih menunggu informasi dari kementerian. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks