alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Ngeyel Tak Pakai Masker, Langsung Disanksi

MATARAM-Satpol PP NTB siap menindak tegas warga yang masih ngeyel tak menggunakan masker. “Besok (hari ini) sifatnya sudah tindakan, tidak lagi sosialisasi,” kata Kasatpol PP NTB Tri Budiprayitno, kemarin (13/5).

Tindakan ini sesuai instruksi gubernur NTB. “Kita sudah sepakati dengan pemerintah kota, bahkan sudah menyampaikannya. Kalau masih ada yang bandel, kita kasi tindakan,” tegasnya.

Menurut Tri, menggunakan masker bisa menekan penyebaran virus hingga 70 persen. “Jika kami temukan masih ada warga yang tidak menggunakan masker di tempat keramaian, pasar contohnya. Baik itu penjual dan pembeli, akan kami larang untuk masuk,” jawabnya.

Menurut Tri, sosialisasi sudah dilakukan tiga hari lalu. Kini masyarakat harus dengan sadar menggunakan masker ketika keluar rumah. “Tidak hanya pembeli dan pedagang, mandor di pasar juga harus pakai masker. Itu sudah kita sepakati dengan mandor di pasar-pasar,” katanya.

Selain menindak tegas warga yang bandel, Pol PP NTB juga akan menyasar sejumlah toko-toko pakaian. Menurut Tri, beberapa toko sudah menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan. Bahkan ada yang menyediakan masker dan kursi tunggu berjarak. Hal ini semata-mata untuk memutus penyebaran Covid-10 di area-area keramaian. “Jika masih ada yang tidak menyiapkan tempat usaha itu akan ditutup,” tuturnya.

Dari catatan Pol PP NTB, masyarakat di 32 titik sudah sadar akan penggunaan masker. “Angka ini menjadi modal yang bagus untuk menerapkan kedisiplinan masyarakat, khususnya di tengah Covid-19 ini,” katanya.

Saeful, salah satu warga Kota Mataram mengaku tetap menggunakan masker saat bepergian. Salah satunya, ketika mengantar istrinya berbelanja baju.

“Saya dan istri pakai masker, tapi memang ada beberapa pengunjung lainnya yang masih bandel,” katanya.

Dia setuju jika Pol PP harus menindak tegas warga yang ngeyel dan tidak mengidahkan intruksi gubernur. “Harus dong ditindak, jangan hanya kita yang pakai,” ujarnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks