alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Ribuan TKI Akan Mudik ke NTB, Pemprov Antisipasi Potensi Klaster Korona Baru

MATARAM-Kepulangan pelajar dan ribuan pekerja migran Indonesia (PMI/TKI)  ke NTB bak buah simalakama. Daerah dihadapkan pada pilihan sulit.

Di satu sisi kepulangan mereka berisiko membawa virus korona, tapi di sisi lain pemerintah tidak boleh melarang warga yang ingin pulang kampung. ”Ini membuat kita harus bekerja lebih ekstra lagi,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi di ruang kerjanya, kemarin (13/5).

Jumlah PMI asal NTB yang akan pulang minggu ini mencapai 4.800 orang. Mereka adalah buruh migran yang habis masa kontraknya. Selain itu, 85 orang pelajar SMK kelautan yang baru selesai praktik lapang di Pati, Jawa Tengah.

Kedatangan ribuan kaum migran itu mendapat pengawasan ketat. Ia berharap, semuanya sehat dan tidak terjangkit virus. ”Mereka sangat rentan, meski sehat tapi mereka berisiko tertular dalam perjalanan pulang,” katanya.

Kedatangan mereka, kata sekda, membuat upaya penuntasan kasus Covid-19 di NTB lebih berat lagi. Karena pemprov kini harus mengantisipasi lahirnya klaster-klaster baru. ”Mudahan tidak menjadi klaster baru,” katanya.

Karenanya, semua yang pulang akan mendapat pengawalan dan pemeriksaan ketat. ”Yang pulang wajib melakukan isolasi mandiri,” tegasnya.

Sekda mengakui, tren penambahan kasus saat ini berkurang dan tren pasien sembuh semakin baik. Tapi hal itu tidak boleh membuat masyarakat lalai. ”Kewaspadaan harus tetap ditingkatkan,” imbuhnya.

Meski pun pemerintah memberikan kelonggaran melakukan perjalanan, juga tidak bisa membuat warga santai-santai. Sebab syarat untuk bisa terbang saat ini diperketat. ”Kalau tidak penting-penting amat tidak usah keluar daerah,”  ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia menjelaskan, kedatangan mereka akan diawai ketat. ”Kami akan menerapkan prosedur yang sudah ditetapkan,” katanya.

Semua PMI wajib karantina selama 14 hari untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. ”Setidaknya karantina rumah untuk yang sehat dan karantina terpusat untuk yang sakit,” katanya.

Semua PMI membawa dokumen kesehatan, tetapi tetap akan dilakukan pemeriksaan lagi di bandara. ”Jika ditemukan ada yang sakit, akan dilakukan tes ulang,” jelasnya.

Mereka yang hasil tesnya reaktif akan langsung dirujuk ke RSUD NTB. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram sudah menyiapkan ambulans. Tapi terkait waktunya, pemprov masih menunggu informasi dari kementerian. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks