alexametrics
Selasa, 24 Mei 2022
Selasa, 24 Mei 2022

Meski Kecil, Kontribusi Sektor Perikanan untuk Ekonomi NTB Meningkat

MATARAM-Kontribusi sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi NTB mengalami peningkatan tiap tahunnya. Tahun 2019 mencapai 4,59 persen dengan nilai tukar nelayan (NTN) sebesar 117,92. Tahun 2020 mencapai 4,78 persen dengan NTN sebesar 109,80 dan tahun 2021 mencapai 5,02 persen dengan NTN sebesar 116,58.

“Khusus untuk NTB bulan April 2022 menurun, kemungkinan besar diakibatkan meningkatnya biaya operasional nelayan (akibat gelombang laut tinggi, kelangkaan BBM, kebutuhan konsumsi rumah tangga nelayan),” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB Muslim, Jumat (13/5).

Muslim akui, kontribusi sektor perikanan NTB terbilang kecil akan tetapi sejak tahun 2019 hingga 2021 tren persentasenya semakin meningkat. Hal ini terlihat dari nilai nominalnya yang semakin meningkat sejak tahun 2017 sebesar Rp 3,715,11 miliar menjadi Rp 4.038,52 miliar pada tahun 2020.

Baca Juga :  Ekonomi NTB Turun Naik Seperti Roller Coaster

“Dibanding dengan subsektor lainnya kontribusi subsektor perikanan menunjukkan kinerja yang cukup progresif,” jelasnya.

Sesuai dengan rencana strategis (renstra) Dislutkan NTB, pihaknya akan terus melakukan kegiatan pengembangan kelautan dan perikanan dengan berbagai strategi.

Antara lain, fasilitasi bantuan pemberdayaan berupa sarana dan prasarana kepada nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar ikan serta petambak garam. Kemudian, pengembangan pelayanan perizinan di pelabuhan perikanan melalui SAMSAT Perizinan Kapal Perikanan.

Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana UPT Dinas Kelautan dan Perikanan (Pelabuhan perikanan dan BBI). Pendampingan dan pembinaan (BIMTEK, pelatihan, sosialisasi) kepada para pelaku usaha perikanan. Peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasaran ikan.

Baca Juga :  Fast Respons Jadi Fokus Pemerintah dalam Penerapan PPKM Mikro

Termasuk menerapkan pemanfaatan sumberdaya ikan yang optimal dan berkelanjutan serta ramah lingkungan. Hingga menjalin kemitraan dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak (instansi pemerintah, perguruan tinggi, investor dan lainnya) di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

“Serta, pengembangan kawasan strategis (kampung budidaya) yang memiliki potensi nilai tambah (industrialisasi, red),” pungkasnya. (ewi/r10)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/