alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

LPP NTB Lanjutkan Pengiriman Mahasiswa NTB ke Luar Negeri

MATARAM-Meski pandemi covid-9 masih melanda, Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB kembali membuka program beasiswa luar negeri. ”Seleksi beasiswa S-2 ini diprioritaskan untuk guru dan tenaga medis dengan tujuan Malaysia,” kata Sekretaris LPP NTB Sri Hastuti, jumat (12/6).

Selain guru dan tenaga medis, LPP juga membuka untuk jurusan umum namun tidak banyak. ”Kita akan seleksi Juli ini dan akhir Juli sudah dapat calon penerima beasiswa,” ujarnya.

Ia menargetkan, jumlah calon mahasiswa yang terjaring bisa mencapai 100 orang lebih. Mereka akan dikirim ke beberapa kampus Malaysia yang sudah menjalin kerja sama dengan LPP. ”Kami tetap membangun komunikasi dengan kampus di sana,” katanya.

Pandemi covid-19, kata Tuti, tidak membuat program pengiriman beasiswa terhenti. Seleksi dilakukan lebih awal untuk antisipasi. Jangan sampai saat perkuliahan dibuka September mendatang LPP belum melakukan seleksi untuk mahasiswa yang akan dikirim. ”Pengiriman mahasiswa ke luar negeri tetap kita lihat perkembangan situasi, kalau Malaysia buka baru kita kirim,” katanya.

Terpisah, Ketua LPP NTB Irwan Rahadi menambahkan, program beasiswa S-2  tahap II tersebut merupakan bentuk keseriusan LPP NTB dalam mewujudkan 1.000 cendekia ke luar negeri. ”Meski sedang ada pandemi, kami berkomitmen mewujudkan cita-cita NTB Gemilang melalui peningkatan SDM,” katanya.

Bagi yang berminat mengikuti seleksi beasiswa LPP NTB tahap II dengan tujuan Malaysia, mereka dapat mengakses informasinya melalui akun Facebook Beasiswa NTB. LPP membutuhkan dukungan semua pihak untuk mensukseskan program ini,” kataya.

Irwan mengingatkan, calon pendaftar mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mulai dari dokumen pendafatarn, bahasa Inggris, riset tentang prodi dan kampus tujuan. Semua itu sangat penting sebelum mereka daftar. ”Agar nanti bisa mngikuti seleksi dengan baik,” harapnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks