alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

———————————-

 

ADA tiga destinasi pariwisata unggulan yang menjadi potensi Desa Medana yang tidak pernah sepi pengunjung itu. Yakni Pantai Impos, Pantai Bintang, dan Makam Religi. Tentu saja, kunjungan bukan ramai oleh wisatawan mancanegara. Melainkan oleh wisatawan domestik.

Pantai Impos menjadi primadona. Pesona indahnya sunset yang ditawarkan kemudian dimanfaatkan untuk menambah pundi rupiah bagi warga di sana. Warga mendirikan lapak-lapak yang menjual aneka kuliner bagi wisatawan yang berkunjung.

“Ada 40 lapak di Pantai Impos. Pantai Bintang 10 lapak, dan di Makam Religi juga ada 2 lapak,” ujar Kepala Desa Medana H Umar Halid pada Lombok Post.

Masing-masing lapak dikelola ibu rumah tangga dari satu kepala keluarga (KK). Penghasilan dari sektor ini cukup besar meski di tengah pandemi. Satu lapak rata-rata berpenghasilan Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta di hari biasa. Sementara saat hari libur bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 7 juta per lapak.

“Dalam sebulan bisa puluhan juta,” sambung dia.

Begitu juga di Pantai Bintang. Meski tak seramai Pantai Impos, namun pendapatan dari kunjungan dan kuliner cukup membantu warga selama pandemi. Sementara wisata Makam Religi sangat ramai saat libur akhir pekan. Makam Religi ini diminati karena keunikannya. Ada tiga jenis makam di satu lokasi. Yakni makam Islam kerajaan Majapahit, Hindu Pura Medana, dan makam Buddha.

Bagaimana cara desa tetap membuka destinasi wisata di tengah pandemi? Kuncinya rupanya ada pada protokol kesehatan yang ketat pada para pengunjung.  Sebagai penyokong ekonomi warga di tengah pandemi, pemerintah desa memang ketat soal ini.

Protokol kesehatan tersebut antara lain dengan mewajibkan seluruh pengunjung mencuci tangan dengan sabun. Area wisata juga disterilisasi secara berkala dengan penyemprotan cairan disinfektan.

“Tiap lapak juga wajib menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun,” kata Umar.

Selain memanfaatkan tiga tempat pariwisata itu, Desa Medana juga memanfaatkan potensi perkebunan kepala, kacang mete, dan kakao. Sektor ini dikelola warga yang merupakan petani lokal sekitar. Bahkan sudah dibentuk kelompok tani yang mengelola potensi tanaman perkebunan ini.

“Di peternakan, warga kita bantu bibit ayam petelur dan itik. Ada 15 orang per kelompok dengan jumlah ternak kini mencapai 200 ekor,” jelas Umar.

Program-program ini kata dia, difokuskan pada warga yang tidak punya pekerjaan. Sehingga dengan begitu ekonomi keluarga tersebut tetap terjaga.

Tak hanya memberi bantuan, kata dia, Pemdes juga membimbing pola bisnis. Sehingga ketika panen, hasilnya tidak hanya untuk diri dan keluarga, namun juga memberikan pemasukan.

“Kita dorong untuk dikembangkan terus,” tandas dia.

Sementara itu Bhabinkamtibmas Desa Medana Bripka Ketut Lodi mengatakan, pengawasan dan pengamanan tetap dilakukan selama pandemi Covid-19. Di tempat pariwisata, pengunjung maupun pedagang diwajibkan memakai masker.

“Jika tidak pakai masker akan disuruh kembali dan tidak boleh masuk,” tegas dia.

Selain itu, ia bersama Pemdes Medana mengajak warga untuk memanfaatkan lahan depan rumah. Warga menanam aneka tanaman hortikultura yang bisa menekan pengeluaran kebutuhan sehari-hari.

“Ada cabai, tomat, bawang, pepaya california hingga sayur mayur,” kata dia.

Di samping bantuan ayam petelur dan itik warga juga dibantu peternakan sapi peranakan Bali. Satu kelompok memperoleh 15 ekor sapi untuk pembibitan.

Lodi menambahkan, budidaya madu trigona juga menjadi salah satu jurus Desa Medana bertahan di tengah pandemi. Lokasinya ada di Dusun Kopang yang dikelola kelompok Nektar Sejahtera sebanyak 75 stub.

Kata dia, kelompok ini bahkan mendapat bantuan 300 stub dari lembaga Bakrie Amanah. Ke depannya, mereka akan kembali mendapat bantuan 1.000 stub madu trigona.

“Dari 75 stub baru di panen 15 kotak dengan ukuran per botolnya 250 mililiter. Sudah dikirim ke Bakrie Amanah, dan sebagian dikonsumsi pribadi hingga dijual,” kata dia. (fer/r6)

 

Yang Keren dari Medana

 

  • Mengelola dan membuka tiga destinasi wisata saat pandemi.
  • Menerapkan protokol kesehatan ketat dari para pengunjung. Yang tidak memakai masker tidak dibolehkan berkunjung.
  • Membudidayakan madu trigona untuk warga.
  • Membagikan bantuan ternak produktif untuk warga yang tidak memiliki pekerjaan akibat pandemi.

 

Sumber: Diolah Lombok Post

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks