alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Bukti Nyata, Anak hingga Orang Dewasa Bisa Patuhi Protokol Korona

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Kapolda NTB telah membuat desa dan kelurahan di Kabupaten Sumbawa kian bergairah melawan pandemi. Program Kampung Sehat menjadikan masyarakat desa dan kelurahan semakin termotivasi melaksanakan protokol kesehatan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

——————————————————–

 

BERTANDANGLAH ke Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Jangan kaget manakala kini menemukan masyarakat di sana begitu ketat menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Untuk membuktikannya, Camat Sumbawa Hikmawan bahkan menggelar kunjungan mendadak ke lingkungan ini pekan lalu. Benar-benar dadakan. Tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Baik ke aparat pemerintah kelurahan ataupun ke masyarakat.

Dan benar. Hikmawan melihat dan membuktikan sendiri, betapa warga Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, sungguh menerapkan protokol kesehatan serta perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak hanya orang-orang dewasa di sana. Anak-anak juga menerapkan hal yang serupa.

Rupanya bukan saat-saat ini saja. Hikmawan menuturkan, warga Lingkungan Maras sudah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak lama. “Makanya tidak mengherankan jika warga di sini patuh dengan protokol kesehatan dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru,” katanya.

Jauh sebelum pandemi datang. Warga Lingkungan Maras telah terbiasa dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Terlebih Kelurahan Samapuin juga menerapkan program Pola Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

“Kita bisa melihat secara langsung. Anak-anak bermain layang di pematang sawah dengan menjaga jarak dan tetap pakai masker. Dan itu tidak ada rekayasa,” kata Hikmawan.

Ditegaskan, jika ada kegiatan hajatan atau walimah pernikahan, warga Lingkungan Maras sudah sangat paham. Maka tanpa diminta, sahibulhajat pasti membatasi jumlah tamu yang hadir. Juga mengatur waktu kedatangan tamu. Yakni tamu dari warga sesama lingkungan dengan tamu dari luar Kelurahan Samapuin.

Di luar itu, sosialisasi protokol kesehatan juga masif digelar di tengah-tengah masyarakat. Imbauan melalui spanduk, baliho, juga melalui kegiatan keagamaan terus dilakukan. Bahkan setiap ada kegiatan sosial kemasyarakat, masyarakat selalu diingatkan akan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Sekarang, dengan adanya program Kampung Sehat, membuat masyarakat semakin termotivasi dengan protokol kesehatan. Masyarakat semakin inovatif dan produktif,” kata Hikmawan.

Lurah Samapuin Ditha Frisqy menjelaskan, selama pandemi Covid-19, warga Lingkungan Maras betul-betul disiplin. “Masyarakat kami begitu termotivasi  melaksanakan protokol kesehatan,” katanya.

Di sektor ketahanan pangan, saat ini kata Ditha, warga Lingkungan Maras memiliki program “Kulkas Hidup”. Yakni sebuah program yakni mempersiapkan kebutuhan pangan di dalam kulkas. Antara lain ikan, daging, telur, sayuran, serta kebutuhan lainnya. Khusus untuk sayuran, itu dihasilkan dari pekarangan rumah warga.

“Kedisiplinan masyarakat telah menjauhkan kami dari virus Covid-19. Sungguh kami sangat bersyukur,” kata Ditha.

Sementara itu, Ketua RT 05 Lingkungan Maras, Juliansyah Putra menuturkan, setiap ada kesempatan dan momen, pihaknya memang selalu menyelipkan imbauan kepada warga untuk patuh dengan protokol kesehatan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolda NTB yang telah menginisiasi program Kampung Sehat yang semakin membuat masyarakat kami termotivasi,” katan

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks