alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Kawal Penegakan Perda, Disos NTB dan TNI-Polri Turun Sosialisasi

MATARAM-Dinas Sosial (Disos) NTB bersama Disos Lombok Timur, Koramil Masbagik, dan Polsek Masbagik turun sosialiasi penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat, Sabtu (12/9/2020). ”Kampanye sosialiasi disiplin protokol kesehatan dirangkaikan pembagian 5.800 lembar masker bagi masyarakat dan pengguna jalan,” kata Kepala Disos NTB H Ahsanul Khalik, Minggu (13/9/2020).

Aksi tersebut, kata Khalik, merupakan bagian dari upaya mengawal penegakan Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 50 Tahun 2020 dan Peraturan Daerah (Perda) NTB Nomor 7 tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

Simpang empat Masbagik dipilih menjadi lokasi kampanye, jelas Khalik, karena ada permintaan dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan yakni camat Masbagik, danramil Masbagik, dan kapolsek Masbagik. ”Simpang empat Masbagik merupakan jalur yang digunakan pemakai jalan dari semua arah, sehingga sasaran kampanye memakai masker menjadi lebih luas,” katanya.

Sosialisasi merupakan perintah gubernur dan wakil gubernur NTB. Di mana semua wilayah NTB harus terjaga dari penyebaran Covid-19. Harapanya masyarakat memahami pentingnya disiplin protokol kesehatan. ”Aksi ini melibatkan semua pihak, kami mengerahkan 30 anggota Tagana,” katanya.

Camat Masbagik H Muhidin, Kapolsek Masbagik AKP Zainuddin Basri, dan Danramil Masbagik Kapten Inf Abdul Wahab juga turun dalam aksi itu. ”Aksi bersama ini sebagai langkah mencegah penularan covid-19,” katanya.

Ia mengingatkan, sanksi denda bagi warga yang tidak pakai masker berlaku mulai Senin 14 September, hari ini. Sementara itu, Kepala Disos Lombok Timur H Ahmat berharap Pemprov NTB terus melaksanakan kegiatan yang sama secara terjadwal. Sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

”Pada akhirnya bisa memutus penyebaran covid-19 di Lombok Timur,” katanya.

Aksi sosialisasi dan pembagian masker berjalan aman, lancar dan terkendali. Petugas pun menggunakan pendekatan humanis kepada masyarakat.

Dalam aksi itu juga dilakukan penyerahan APD kepada  Puskesmas Masbagik, pembagian buku Covid-19, hand sanitizer, dan APD kepada camat Masbagik, kepala desa Masbagik Utara Baru, dan kepala desa Masbagik Selatan. (ili/r5)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks