alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Pakai Masker atau Uang Melayang, Pilih Mana?

MATARAM-Bagi Anda yang masih bandel disuruh menggunakan masker, harus berpikir seribu kali. Karena, ada sanksi tegas yang diterapkan pemerintah mulai Senin (14/9). Yakni denda berupa uang tunai.

Ya, Perda Pemprov NTB Nomor 7 tahun 2020 tentang Penyakit Menular resmi berlaku mulai hari ini. Semua daerah diwajibkan melaksanakan aturan yang salah satu poinnya, semua warga, tanpa terkecuali, wajib menggunakan masker. Jika tidak, sanksi sosial, denda, hingga pidana bisa mengancam.

“Kami sudah rapat koordinasi di Kota Mataram. Kami sudah ada Perwal untuk mengawal Perda itu. Besok 14 September (hari ini, Red) memang sudah mulai diterapkan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (13/9).

Untuk mengawal Perda ini, perangkat hukumnya juga sudah disiapkan. Mulai dari TNI-Polri, Satpol PP hingga tim terpadu dari kota. Mereka akan turun memantau aktivitas masyarakat untuk melaksanakan Perda ini.

“Tentu akan ada chek point di beberapa tempat yang kami pantau. Disamping ada tim patroli rutin ditugaskan keliling,” jelasnya.

Jika ada warga yang masih tidak patuh menggunakan masker ke luar rumah, pengenaan sanksi langsung diberlakukan. Namun pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram ini mengatakan, tidak hanya sanksi denda yang diberikan. Ada juga sanksi sosial, teguran lisan, tertulis, baru terakhir denda. Karena ia mengakui tidak semua orang memiliki uang seketika diberikan sanksi denda.

“Kita akan melihat situasi di lapangan. Ada opsi pengenaan sanksi. Pilihan sanksi sosial, bisa membersihkan fasilitas publik, push up, disuruh pulang ambil masker, dan yang lainnya,” jelasnya.

Namun, jika ada usaha publik yang dengan sengaja melanggar, maka sanksi denda akan langsung diberikan. Misalnya pusat perbelanjaan seperti mal, toko, dan pedagang yang tidak mengikuti Perda menggunakan masker di luar rumah. “Mereka bisa kena denda Rp 100-500 ribu. Tapi denda ini adalah sanksi opsi terakhir. Karena kami tidak mencari denda, tujuan kami mendisiplinkan masyarakat terhadap protokoler,” tegasnya.

Lurah Pagesangan Ida Bagus Made Ariawan mengaku pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kaitannya jika hari ini Perda wajib masker bakal diterapkan.

“Tetap kami ingatkan bersama pak Kaling, Bhabinsa, dan Bhabinkamtibmas,” akunya.

Namum ia memperkirakan pasti ada saja warga yang tidak melaksanakan. Khususnya dari kalangan masyarakat yang masih merasa acuh dengan virus ini. Seperti para buruh bangunan dan pedagang di pasar.

Namun, Made Ariawan mengaku ia memprioritaskan agar para pegawai Kantor Kelurahan bisa menjadi contoh. Khususnya kalangan PNS dan pegawai kontrak daerah. “Tapi kalau ada warga yang jadi kuli atau pedagang di pasar tidak pakai masker, tetap kami akan ingatkan,” kata dia.

Agar kasus Covid-19 di Kota Mataram bisa berkurang atau hilang. “Kami siapkan juga masker gratis untuk warga. Kami di kelurahan siap mendukung Perda ini,” pungkasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks