alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Protokol Kesehatan Tidak Diterapkan, Sertifikat CHSE Bisa Dicabut

MATARAM–Sertifikat cleanliness, health, safety, and environment (CHSE) bagi destinasi wisata bisa dicabut bila pengelola tidak patuh. ”Ketika terjadi ada hal yang tidak sesuai bisa jadi sertifikat itu kita tarik,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal, Minggu (13/9/2020).

Sertifikat CHSE, kata Faozal, tidak permanen. Sewaktu-waktu bisa dicabut jika pengelola restoran, hotel, dan destinasi wisata tidak konsisten menjalankan protokol Covid-19. ”Pemantauan dilakukan secara berkala per area seperti kawasan tiga gili,” katanya.

Hingga saat ini, Dinas Pariwisata NTB telah menerbitkan 128 sertifikat kepada hotel, restoran, dan jasa transportasi. Jumlah yang mengajukan sertifikat CHSE sebanyak 240. Tapi yang sudah diberikan sertifikat baru sebagian.

Sisanya 112 permintaan belum diberikan karena hotel mereka belum beroperasi. Tidak ada orang yang melayani, sehingga tidak bisa dinilai untuk mendapatkan sertifikat tersebut. ”Standar utamanya kesiapan SDM dan properti,” katanya.

Properti yang dimaksud seperti penyiapanthermo gun, tempat cuci tangan, penerapan physical distancing, wajib masker, penyemprotan disifektan rutin, dan sebagainya. Khusus untuk event organizer (EO), sertifikat CHSE baru bisa dikeluarkan setelah SOP terkait MICE keluar.

”Yang belum selesai itu travel agent dan EO karena belum selesai SOP MICE sampai sekarang,” katanya.

Pihaknya terus mendorong pengelola destinasi wisata, hotel dan restoran membuat sertifikat CHSE. Sertifikat itu menjadi tanda bahwa lokasi itu layak dikunjungi karena telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Ke depan, aspek kemanan dan kesehatan menjadi hal utama dalam pelayanan wisata. Wisatawan, kata Faozal, mau berkunjung ke tempat wisata bila keamanan dari Covid-19 terjamin.

Bahkan saat ini sertifikat CHSE telah menjadi jualan para pelaku wisata. Hal itu menjadi penguat  bagi mereka untuk melakukan promosi wisata. ”Kalau tidak punya CHSE bisa jadi pasar akan bertanya terkait kesiapannya,” katanya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa mengatakan, penerapan protokol kesehatan saat ini menjadi kebutuhan industri pariwisata. Pelayanan kepada tamu tidak hanya biasa, tapi mereka dituntut memberikan rasan aman dari virus Korona. ”Pelayanan aspek kesehatan menjadi keharusan saat ini,” katanya.

Pelaku industri saat ini terus berbenah agar ke depan, setelah pandemi selesai mereka sudah sangat siap menyambut kedatangan wisatawan dari luar negeri maupun wisatawan nusantara. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks