alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Selly-Manan Beri Subsidi Angkutan Kota di Mataram

BELASAN sopir bemo kuning atau angkutan kota di Mataram bertandang ke kediaman Calon Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani, (11/9) lalu.

Kepada Selly Andayani, mereka berkeluh kesah tentang nasib profesi sopir dan nasib transportasi publik Kota Mataram ini.

“Kita menyampaikan keluhan-keluhan ini, terutama tentang nasib kami sebagai sopir bemo kota. Harapannya Bunda Selly ada solusi,” kata Made Tjatur, salah seorang perwakilan sopir.

Dia mengatakan, saat ini kondisi angkutan umum di Kota Mataram ini sangat menyedihkan. Jauh berbeda dengan tahun 1990-an dimana bemo kota masih menjadi transportasi umum favorit di Kota Mataram.

“Penumpang semakin lama semakin sedikit. Dulu anak sekolah, mahasiswa dan pegawai masih banyak menggunakan bemo kuning. Tapi sekarang, kita hanya mengangkut pedagang pasar dan dagangannya. Sangat sepi saat ini,” kata Made Tjatur yang sudah puluhan tahun menjadi sopir angkot.

Sopir lainnya, Wannaro mengatakan, saat ini bemo kuning bukan hanya harus bersaing dengan moda transportasi lain seperti taksi dan cidomo. Tetapi juga transportasi berbasis teknologi daring seperti Grab, Gojek dan sejenisnya.

Sempat jadi primadona transportasi lokal, kini bemo kota termakan usia. Penampilan tak menarik dan kondisi mobil yang rata-rata sudah cukup tua membuat masyarakat enggan memanfaatkannya. Hal ini berimbas pada ekonomi pemilik bemo dan juga para sopir bemo.

Para sopir mengaku, pendapatan mereka pun hanya cukup untuk biaya makan. Dari pemilik kendaraan, mereka wajib menyetor Rp 40 ribu perhari dan mengisi BBM angkot. Sementara jumlah penumpang terkadang tak mencukupi dengan biaya perjalanan Rp 5 ribu perorang untuk sekali naik.

“Mau alih profesi juga nggak mungkin. Keahlian kita cuma sopir angkot,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan para sopir angkutan kota itu, Selly Andayani menyatakan bahwa pasangan Selly-Manan akan memperhatikan nasib mereka. Dia menyebutkan, masalah transportasi perkotaan memang menjadi perhatian pasangan SALAM untuk mewujudkan Mataram yang berkah dan cemerlang. Sebab, kata Selly, tata kelola transportasi yang baik juga akan menambah keindahan perkotaan.

“Insya Allah, Selly-Manan akan memperhatikan keluhan saudara-saudara kita di komunitas sopir bemo kota,” kata Hajjah Selly.

Dia mengatakan, ke depan harus ada peremajaan sarana transportasi bemo ini. Jumlah armada juga harus bisa diperbanyak dengan rute yang lebih variatif menyasar seluruh kawasan Kota Mataram.

Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat juga bisa tertarik dan tergerak memanfaatkan bemo sebagai transportasi umum.

“Bila perlu rute lintasan bemo kuning nantinya diperluas. Harus ada peremajaan juga,” katanya seraya menambahkan, Selly-Manan mendorong agar moda transportasi bemo membentuk asosiasi untuk memudahkan pembinaan dari pemerintah.

 

Berbasis Aplikasi

 

Selain itu, Selly-Manan juga akan mendesain aplikasi digital khusus untuk transportasi umum di Kota Mataram. Aplikasi daring (online) ini akan memudahkan para penumpang dan sopir angkot dalam bertransaksi dan menjadi daya tarik bagi penumpang.

Menurut Selly, aplikasi daring juga akan digunakan sebagai wahana sopir angkot untuk menerima subsidi dari Pemerintah Kota Mataram. Subsidi tersebut berupa biaya sewa angkot dan juga biaya tarif perjalanan bagi warga Kota Mataram.

Selly kemudian mengilustrasikan, jika setoran angkot bemo per hari 40 ribu. Pemkot memberi subsidi Rp 20 ribu per hari untuk 150 angkot yang masih beroperasi. Maka subsidi pertahunnya tidak sampai Rp 1 miliar.

Subsidi untuk transportasi kata Selly bukan hal tabu bagi pemerintah. Dia memberi contoh bagaimana Pemprov NTB pernah memiliki program subsidi untuk maskapai penerbangan. Pemerintah pusat-pun memberikan subsidi kepada Damri sebagai moda transportasi umum perintis.

“Nah, skema ini akan kita terapkan untuk angkot di Kota Mataram. Tujuannya agar keberadaan angkutan umum ini tetap ada dan bisa menjadi moda transportasi publik di Kota Mataram,” urainya.

Para sopir angkot merasa senang dengan harapan yang diberikan Selly Andayani. Mereka menaruh respek terhadap terobosan, ide, dan gagasan  Hj Putu Selly  Andayani yang dinilai memberikan harapan baik bagi perubahan nasib angkutan kota. (kus/adv)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks