alexametrics
Selasa, 24 Mei 2022
Selasa, 24 Mei 2022

Cegah Varian Omicron, Skema Travel Bubble untuk Pebalap dan Tim MotoGP

MATARAM-Pemerintah memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) akan sangat ketat diberlakukan selama perhelatan MotoGP. Salah satu skema yang disiapkan adalah travel bubble. ”Ini antisipasi risiko virus covid masuk, saat peserta dan tim MotoGP tiba,” kata Komandan Lapangan Persiapan MotoGP Mandalika Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto.

Hadi mengatakan, sebelum pebalap dan tim MotoGP datang, otoritas kesehatan di Indonesia tentu telah mengetahui berapa jumlahnya. Termasuk apakah sudah melakukan tes PCR atau belum. ”Kalau sudah, hasilnya apa. Jika negatif, silakan masuk, turun di Bandara Internasional Lombok,” ujarnya.

Setelah pemeriksaan administrasi tuntas, pebalap dan ofisial tim langsung menuju hotel masing-masing yang telah disediakan. Rencananya, penyelenggara akan menyediakan empat hotel untuk rombongan, yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Saat tiba di hotel, akan dilakukan pemeriksaan covid dengan metode tes PCR. Untuk seluruh pebalap dan tim MotoGP. Sebelum hasilnya keluar, mereka akan tetap tinggal di hotel. Skema ini sudah masuk proses bubble.

Baca Juga :  Gubernur Yakin Pemuda NWDI Mampu Lakukan Perubahan Besar

Karena itu, Hadi memastikan seluruh pekerja di hotel, juga bebas virus covid melalui pemeriksaan PCR. Juga akan disiapkan satu lain khusus, untuk tempat karantina, jika ada tim maupun pebalap yang positif.

”Saya usulkan juga ke BNPB, Kementerian Kesehatan, Satgas Covid untuk menugaskan tenaga khusus yang akan menangani covid yang ada di Wisma Atlet,” katanya.

Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi mengatakan, pengetatan prokes akan dilakukan di sejumlah titik destinasi wisata. ”Prokes itu harus. Yang ditakutkan di Omicron ini adalah kecepatan penularan. Dan jangan lupa, NTB itu daerah pariwisata. Orang dari mana-mana datang,” kata Eka.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB itu menyampaikan, untuk mencegah penyebaran varian Omicron diperlukan pentingnya masyarakat ataupun wisatawan untuk membentengi diri melalui prokes ketat.

Baca Juga :  27 Ribu Mushaf Alquran Bantuan Malaysia Siap Didistribusikan di Lombok

Sebab, sebagian besar pasien Omicron saat ini berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Artinya harus ada kewaspadaan terhadap pelaku perjalanan luar negeri.

Selain itu, dalam penerapan prokes di destinasi, menurut dia, pengunjung wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi dan pengunjung juga wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

Termasuk meningkatkan testing, tracing, treatment serta menjaga jarak interaksi untuk mengurangi risiko penularan dalam beraktivitas di destinasi wisata. ”Kuncinya penerapan kenormalan baru dalam kegiatan kita. Terkendalinya pandemi berarti pulihnya ekonomi, bisa kita pastikan kalau kita taat dan patuh prokes,” tegas Eka. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/