alexametrics
Jumat, 23 April 2021
Jumat, 23 April 2021

Sarana Penunjang Belum Rampung, MotoGP Mandalika Terancam Ditunda

MATARAM—Balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika berpotensi ditunda lantaran belum rampungnya pembangunan sarana penunjang utama. Hotel untuk menampung para wisatawan dan RS Mandalika masih dalam pengerjaan di tengah jadwal peyelenggaraan yang semakin dekat.

Balapan MotoGP, seperti yang berulangkali dilontarkan pemerintah akan menyedot wisatawan hingga 150 ribu orang. Kedatangan mereka tentu membutuhkan sarana akomodasi, berupa tempat penginapan.

Di laman satu data milik Pemprov NTB, di 2019 jumlah kamar hotel bintang sebanyak 4.537 kamar. Sementara hotel non bintang sebanyak 8.984 kamar. Tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB. Jika ditotal, jumlahnya kurang 10 persen dari proyeksi wisatawan yang datang untuk MotoGP.

Chief Strategic Communication Officer Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Happy Harinto mengatakan, untuk tahun pertama penyelenggaraan, hotel dan hunian lainnya di Lombok akan dimanfaatkan dengan maksimal.

”Termasuk homestay yang telah dibangun (kementerian) PUPR maupun Kemendes,” kata Happy.

Pembangunan sarana prasarana seperti bypass dari Praya ke Mandalika, merupakan embrio untuk perkembangan ekonomi. Berpotensi untuk menumbuhkan hunian-hunian baru lainnya. ”Secara otomatis itu menjadi urat nadi,” ujarnya.

Selain persoalan akomodasi yang belum cukup, PR lainnya mengenai pembangunan RS Mandalika. Hingga Maret ini, belum ada kejelasan soal kelanjutan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional tersebut. Yang hingga sekarang, butuh penyelesaian untuk pembangunan lantai tiga ke atas, serta alat kesehatannya.

RS Mandalika menjadi salah satu sarana utama sebagai langkah antisipasi ketika terjadi kecelakaan yang membutuhkan penanganan medis khusus. Sehingga keberadaan rumah sakit ini sangat vital untuk kelancaran race MotoGP.

Di tengah kekurangan sarana prasarana, berpotensi terjadinya penundaan untuk balapan MotoGP pada tahun ini. Informasi yang Lombok Post dapatkan, Sirkuit Mandalika yang kini dikebut pengerjaannya, rencananya hanya akan digunakan untuk uji coba Moto2. Kelas balap motor di bawah MotoGP.

Terkait kabar tersebut, Happy tidak menjawab secara gamblang. MGPA masih menunggu Sirkuit Mandalika rampung terbangun dan proses homologasi dari FIM serta Dorna. ”Kita masih menunggu homologasi Juni nanti,” kata Happy.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB H Lalu Mohammad Faozal menyebut, saat ini Indonesia masih menjadi cadangan untuk balap MotoGP. Berbeda dengan World Superbike, yang jadwal lombanya sudah keluar. ”Kenapa bunyinya cadangan, karena proses ini sedang berlangsung,” kata Faozal.

Agar bisa keluar dari status cadangan, kata Faozal, seluruh infrastruktur harus selesai. Seperti pembangunan sirkuit yang sudah masuk tahap pengaspalan. Serta pembangunan RS Mandalika, yang disebut Faozal masih kekurangan anggaran sekitar Rp 17 miliar. (dit/r5)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks