alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Meski Dapat Bantuan APD Dari Pusat, Produksi APD Lokal Tetap Lanjut

MATARAM-Meski NTB mendapat bantuan dari pusat, produksi alat pelindung diri (APD) lokal tetap dilanjutkan. ”Produksi jalan terus karena APD ini masih sangat dibutuhkan,” kata Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti, Selasa (14/4).

                IKM yang ditunjuk sebagai proyek percontohan tetap melakukan produksi. Untuk APD baju 700 unit dan APD kaca pelindung muka 500 unit. ”Produksi mereka sudah dipesan Dinas Kesehatan NTB,” kata Nuryanti.

                Meski bantuan APD dari pusat sudah 14 ribu unit, APD masih kurang jika kasus Covid-19 masih bertambah. ”APD-kan sekali pakai, kita tidak bisa prediksi kapan bencana ini akan selesai,” katanya.

Pemerintah akan mengintervensi penanganan Covid-19 sampai ke tingkat desa. Itu artinya kebutuhan APD cukup banyak. ”Yang butuh APD tidak hanya petugas medis,” katanya.

Terpisah, BPBD NTB, kemarin, mulai mendistribusikan 10 ribu bantuan APD dari BNPB. Termasuk bantuan 5.000 masker bedah. Bantuan diterima BPBD masing-masing daerah, seperti Kabupaten Sumbawa, Dompu, dan Bima. ”Kami harap ini bisa membantu tim medis di lapangan dalam penanganan Covid-19,” kata Kalak BPBD NTB H Ahsanul Khalik.

                Khalik mengatakan, pusat akan terus menambah bantuan APD ke daerah. ”Mengingat kasus positif Covid-19 terus bertambah,”katanya.

Untuk mempercepat penanganan orang dalam risiko (ODR), orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP), seluruh puskesmas digerakkan. ”Mereka turun ke desa-desa sebagai langkah antisipasi sehingga dibutuhkan APD, APK dan rapid test yang cukup bagi tenaga medis,” jelasnya.

                Sebelumnya, NTB sudah menerima 4.000 pcs APD. Sebanyak 500 pcs dikirim melalui Kodam IX/Udayana, 1.500 pcs lainnya melalui perwakilan NTB di Jakarta, dan 2.000 pcs melalui Kodam IX/Udayana. Juga masker 10 ribu dan alat rapid test sebanyak 4.800 pcs. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks