alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Nekat Mudik, Sanksi menanti ASN

MATARAM-Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mudik Lebaran harus bersabar. Tahun ini, izin mudik keluar daerah tidak diberikan. ”Kecuali untuk hal mendesak, ada keluarga sakit atau meninggal,” kata Kepala Biro Organisasi Setda NTB Yusron Hadi, Selasa (14/4).

                Larangan mudik itu sesuai surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi  Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 36 Tahun 2020. ”Kami di daerah menindaklanjuti dengan mengimbau pegawai tidak mudik,” katanya.

                Biro organisasi juga menyiapkan surat edaran gubernur NTB terkait pembatasan ASN keluar daerah dan mudik Lebaran. ”Nanti ini akan menjadi pedoman pemda kabupaten/kota,” jelasnya.

                Pemerintah, kata Yusron, melarang mudik demi kebaikan bersama. Arus pergerakan orang saat lebaran berpotensi memperluas sebaran virus. ”Ini untuk mencegah dan meminimalisir sebaran virus,” katanya.

                Mereka yang mudik karena hal mendesak juga harus dipastikan bebas Covid-19. Mereka akan diperiksa petugas kesehatan. ”Intinya ASN tidak boleh, terutama yang lintas pulau, tidak boleh,” katanya.

Mudik dalam satu pulau, kata Yusron, tidak diatur dalam surat endaran Menpan-RB. Dalam surat edaran hanya mengatur larangan mudik, baik di satu pulau maupun tidak. Sebisa mungkin ASN tidak dilakukannya. ”Sebaiknya tetap di rumah masing-masing,” imbuhnya.

                Sanksi bagi ASN yang melanggar juga disiapkan. Mereka dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). ”Kalau sanksi nanti BKD yang eksekusi,” katanya.

                Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Muhammad Nasir menjelaskan, mereka yang melanggar pasti dikenakan sanksi. Terlebih mudik tanpa seizin pimpinan, itu masuk pelanggaran berat. ”Kami akan proses dan berikan sanksi, kawan-kawan media juga harus mengawal,” kataya.

                ASN, kata Nasir, harus memberikan contoh kepada masyarakat. Di saat pemerintah berupaya mencegah penyebaran virus, ASN tidak boleh memberi contoh kurang baik. Larangan mudik bertujuan mengurangi potensi penyebaran virus korona. ”Untuk sementara saja tidak masalah tidak pulang kampung,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks