alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Tekan Inflasi, TPID NTB Siapkan Solusi

MATARAM-Memasuki Ramadan 1442 Hijriah/2021 Masehi, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB menggelar hight level meeting di ruang rapat utama kantor gubernur NTB, Rabu (14/4/2021).

Rapat tersebut membahas ketersediaan dan perkembangan harga kebutuhan bahan pokok serta beberapa solusi untuk menekan inflasi yang sering terjadi pada momen-momen tahunan seperti ini.

Kepala BI Perwakilan NTB Heru Saptaji mengusulkan, agar dilakukan operasi pasar untuk menghadapi komoditi-komoditi tertentu yang mengalami lonjakan harga. Menurutnya, TPID NTB harus melakukan sidak langsung melihat pergerakan harga komoditas-komoditas pangan strategis yang harganya meningkat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. “Kami juga akan melakukan koordinasi yang semakin intensif baik di level provinsi dan kabupaten/kota dimana pengendalian inflasi ke depan kita harapkan akan lebih selaras dengan perkembangan yang terjadi  di masyarakat,” kata Heru.

Heru menuturkan, beberapa hal yang memengaruhi hasil komoditas pertanian dan kebutuhan lainnya, di antaranya dipengaruhi cuaca ekstrem dalam tiga bulan terakhir. Selain itu, gelombang laut yang sering terjadi saat ini juga akan memengaruhi hasil tangkapan nelayan yang juga menyebabkan hasil-hasil perikanan mengalami kenaikan harga. “Fenomena alam seperti ini harus diantisipasi dengan menyiapkan ketersediaan pangan sebagai penyangga ketahanan pangan. Kami akan meningkatkan dan mengembangkan klaster-klaster komoditas pangan strategis seperti cabai, bawang merah, beras dan sebagainya agar bisa disiapkan jika sewaktu-waktu dilakukan operasi pasar,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah melalui TPID hendaknya menjalin kerja sama dengan mitra-mitra bisnis pertanian lainnya untuk melakukan off taker. Yaitu, dengan menyiapkan stok pangan lokal dengan stok pangan yang dikirim ke luar daerah. Ini juga salah satu strategi untuk memenuhi ketersediaan bahan pokok komoditi pertanian di daerah.

Kepala Dinas Perdagangan NTB H Fathurrahman mengatakan, ke depan TPID memang harus berusaha mencari solusi untuk menghadapi situasi menjelang hari-hari besar keagamaan. “Ke depan TPID hendaknya mencarikan solusinya karena memang setiap kegiatan atau hari besar keagamaan selalu diiringi dengan kenaikan harga komoditi tertentu walaupun ketersediaan komoditas dimaksud selalu ada di lapangan,” kata Fathurrahman.

TPID NTB ke depannya, sambung dia, akan lebih berkonsentrasi pada pengendalian dan stabilitasi pada bahan komoditi pangan yang kerap kali dikeluhkan harganya cukup tinggi dan sangat dibutuhkan. Seperti cabai dan kedelai.

“Komoditi seperti cabai, kedelai, beras dan lainnya kedepan akan didorong agar pengendalian harganya bisa diselesaikan untuk tahun-tahun berikutnya. Misalnya seperti dari Dinas Pertanian yang secara teknis akan melakukan upaya seperti apa agar ketersediaan bahan pangan ini tetap ada atau tidak langka di pasaran, sehingga harganya juga bisa terjangkau oleh masyarakat,” tukasnya.

Fathurrahman tidak mempersoalkan harga bahan pokok lainnya, karena kenaikannya tidak terlalu signifikan. Ia menyebut gula pasir harganya di tingkat pengecer tidak lebih dari Rp12.500 per kg, termasuk tepung, minyak goreng dan lainnya terpantau masih stabil. (ewi/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks