alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Sekda Rosiady Siap Angkat Kaki

MATARAM-Sekda NTB H Rosiady Sayuti siap menanggalkan jabatannya. Sebelum pensiun, Juni mendatang dia memutuskan kembali ke kampus sebagai dosen. Langkah itu cepat diambil agar karirnya sebagai birokrat tidak benar-benar berakhir.

”Saya harus mengurus pengembalian diri saya ke kampus supaya tidak pensiun dini,” kata Rosiady, pada Lombok Post, kemarin (14/5).

Pria kelahiran 8 Juni 1961 itu menjelaskan, jika langkah itu tidak dilakukan dia bisa pensiun di usia 58 tahun. Karena usia seorang sekda maksimal 58 tahun. Dengan kembali ke jabatan fungsional sebagai dosen di Universitas Mataram (Unram) dia bisa mengabdi hingga 70 tahun kalau menjadi profesor, dosen biasa maksimal 65 tahun. ”Kalau saya bukan pindah, tetapi kembali,” katanya.

Dengan berheti menjadi sekda, Rosiady mengaku tidak merasa dibuang oleh Gubernur NTB. Juga bukan karena ada unsur politik. Dia berhenti karena memang usianya sudah tidak memungkinkan. Pada Undang-Undang Nomor 23  Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, tidak diatur masa jabatan sekda bisa diperpanjang. ”Tidak ada itu hanya humor saja,” katanya.

Meski sudah mengajukan untuk kembali menjadi dosen, namun dia benar-benar berhenti setelah SK pemberhentian dari presiden keluar. ”Setelah keluar saya serahkan ke gubernur kapan calon sekda mau diproses,” katanya.

Tapi bila gubernur menunjukkanya jadi ketua panitia seleksi (pansel) lebih bagus. Sehingga tidak perlu ada pengangkatan pelaksana tugas (Plt) Sekda NTB. Seperti mantan Sekda NTB H Muhammad Nur. Dia langsung jadi ketua pansel untuk menyeleksi calon pengganti.

Siapkan Posisi Komisaris Bank NTB Syariah

Terpisah, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menjelaskan, dia sudah menulis surat pelepasan H Rosiday Sayuti ke Unram. Pihak kampus memberikan “deadlline” jangan sampai terlambat diajukan. Kalau udah usia 58 tahun dia tidak bisa balik lagi ke Unram.”Kalau dia mau jadi ketua pansel, tidak masalah,” katanya.

Setelah lima tahun menjadi sekda, Zul menilai Rosiady punya banyak pengalaman dan koneksi. Sehingga dia bisa dipertimbangkan mengisi salah satu posisi komisaris Bank NTB Syariah yang kosong. ”Dan banyak peluang yang lain,” katanya.

Untuk mencari sekda baru, Zul akan membentuk pansel untuk menyeleksi beberana nama yang berminat. Pansel memilih tiga yang berkompeten dan diajukan ke gubernur. Setelah gubernur memilih salah satunya, kemudian diajukan ke pusat. ”Yang menentukan Jakarta,” katanya.

Sekda Rosiady sendiri baru akan berhenti menjadi sekda bila sudah ada SK pemberhentian dari presiden. Selama belum, dia masih berhak menjadi sekda. ”Tapi kalau dirasa Plt lebih produktif kenapa tidak,” katanya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks