alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

57 Guru dan Pelajar NTB Pulang Kampung, Pemprov : Wajib Isolasi Mandiri!

MATARAM-Sebanyak 57 pelajar dan guru SMK yang pulang kampung diawasi. Mereka tiba di Lembar menggunakan KMP Legundi, Rabu siang (13/5). ”Semua dalam kondisi sehat,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia,  Kamis (14/5).

                Pelajar dan guru pendamping itu datang dari Jawa Tengah. Mereka baru selesai melaksanakan peraktik kerja lapangan sehingga harus pulang. ”Masyarakat tidak perlu khawatir,” imbuhnya.

Mereka sudah mengantongi surat keterangan sehat dan hasil rapid test non reaktif dari Jawa Tengah. ”Dan telah kami periksa ulang kesehatannya, suhu rata-rata 36,7 derajat Celcius,” katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan, mereka diantar pulang ke rumah masing-masing. Namun satu orang pulang mandiri menggunakan truk asal Lombok Timur. Empat orang lainnya diserahkan ke petugas gugus Lombok Timur. ”Sementara 52 orang dijemput dengan bus damri menuju Pulau Sumbawa,” katanya.

Meski sehat, semuanya wajib menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. ”Semua wajib karantina,” katanya.

Untuk memastikan mereka menjalani karantina mandiri, petugas puskesmas dan pihak kecamatan akan melakukan pengawasan. ”Mereka tidak boleh keluar dulu selama 14 hari,” tegasnya.

                Sementara itu, terkait rencana kepulangan 3.800 pekerja migran Indonesia (PMI) hingga saat ini belum ada kepastian jadwal. ”Mereka tidak pulang sekaligus, tapi bertahap,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Hj Wismaningsih Drajadiah.

                Meski demikian, pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah penanganan untuk memastikan tidak ada PMI yang terjangkit virus korona. “Kita terapkan SOP pencegahan Covid-19,” katanya.

Kepulangan ribuan PMI asal NTB itu dikhawatirkan karena berpotensi membuka klaster baru dalam penularan virus korona. ”Mudahan tidak menjadi klaster baru,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi.

                Ketua Pelaksana Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB ini memastikan, kepulangan mereka mendapat pengawasan ketat. Ia berharap, semuanya sehat dan tidak terjangkit virus. ”Ini membuat kita harus bekerja lebih ekstra lagi,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks