alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pol PP NTB Razia Masker, Masih Banyak Warga Bandel

MATARAM-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB menyasar sejumlah pasar tradisional. Langkah ini untuk menindak tegas masyarakat yang masih ngeyel dan tidak menggunakan masker saat keluar rumah.

“Ini hari pertama kita lakukan penindakan. Sebelumnya fokus pada sosialisasi penggunaan masker,” kata Kepala Satpol PP NTB Tri Budiprayitno pada Lombok Post, kemarin (14/5).

Sesuai instruksi Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, masyarakat NTB diwajibkan memakai masker. Terutama saat keluar rumah. Ini guna memutus mata rantai penyebaran virus korona. “Penggunaan masker ini wajib, apalagi kalau keluar rumah,” tegasnya.

Satpol PP NTB menyisir 19 titik pasar yang ramai didatangi masyarakat. ’’Dari titik-titik itu, kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker sudah cukup tertib,” tutur Tri, sapaan akrabnya.

Di hari pertama penindakan, Satpol PP NTB masih menemukan masyarakat yang ngeyel. ’’Tadi ada ibu-ibu bawa anaknya ke pasar, karena hari ini sudah penindakan. Yang tidak menggunakan masker, harus balik kanan (tidak boleh masuk),” terangnya.

Sanksi tegas ini diberikan bagi seluruh masyarakat yang tidak disiplin. ’’Balik kanan alias tidak boleh masuk itu kami berikan kepada pembeli ataupun pedagang. Tidak pakai, tidak boleh masuk,” katanya.

Satpol PP NTB turun ke sejumlah pasar. Seperti Pasar Pagesangan, Pasar Pagutan, dan Pasar Dasan Agung. ’’Kami harapkan masyarakat bisa lebih disiplin dalam menggunakan masker,” ajaknya.

Untuk memberi efek jera dan kedisplinan bagi masyarakat, pihaknya akan terus turun melakukan penindakan dengan melibat pemerintah kabupaten/kota lainnya. (tea/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks