alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Siap-Siap Piknik Lagi, New Normal Pariwisata NTB Dimulai dari Tiga Gili

MATARAM-NTB memang belum waktunya new normal jika merujuk segepok syarat yang diwajibkan pemerintah pusat. Tapi gairah menyambut kehidupan normal baru menggema di mana-mana. Tak kecuali di sektor pariwisata, menyusul kawasan tiga gili di Lombok Utara yang kini disiapkan menjadi proyek percontohan wisata di era new normal.

Jika tak ada aral melintang, rencana new normal pariwisata di kawasan wisata Tiga Gili akan dimulai 20 Juni mendatang. Lima hari lagi. Karenanya, rencana itu pun disambut gembira para pelaku wisata. Salah satunya Darmawan, pemilik Trawangan Cottages ini gembira dengan akan dibukanya kembali wisata tiga gili. Namun harus dipastikan wisatawan steril.

”Sebisanya pengawalan ketat oleh petugas selama Covid-19 masih ada,” katanya, saat acara persiapan new normal di Gili Trwangan, Sabtu (13/6).

Sebagai pelaku pariwisata, ia tetap optimis industri pariwisata bangkit lagi. Terlebih awal Juni sudah ada tamu yang datang. Selama di gili mereka merasa nyaman. ”Mereka yang datang tentu sudah ada surat rekomendasi kesehatan dari rumah sakit atau Pukesmas,” katanya.

Demikian pula dengan Ramdan Hadi, pengelola parkir di Pelabuhan Bangsal. Ia harap usaha perparkiran hidup kembali. Dampak pandemi selama tiga bulan membuat penghasilannya melorot. ” Tiga bulan ini pemasukan berkurang hingga 95 persen,” tuturnya.

Sejak Covid-19 muncul Maret lalu, pariwisata di tiga gili sepi. Ia merasa Covid-19 lebih terasa dampaknya daripada gempa 2018. ”Saya senang saat mendengar tiga gili akan dibuka kembali, karena di sinilah kami bisa hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan, inti new normal adalah bagaimana masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.

”Bukan masalah kapan diterapkan, terpenting bagaimana memberikan pemahaman terkait protokol kesehatan Covid-19 ini,” katanya, saat meninjau kesiapan pelaksanaan new normal di Gili Trawangan.

Rohmi menekankan, penanganan Covid-19 kuncinya pada kedisiplinan masyarakat.”Garda terdepan di dalam penanganan Covid-19 ini adalah masyarakat,” katanya.

Membuka destinasi wisata tiga gili, kata Rohmi, membutuhkan perencanaan dan SOP yang ketat. Sehingga angka nol positif Covid-19  di tiga gili dapat terus dipertahankan. ”Ke depan bagaimana menjaga kebersihan dan seterusnya tidak pernah ada pasien positif,” harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H Lalu Mohammad Faozal menambahkan, jumlah hotel dan restoran di Gili Trawangan sebanyak 120 unit. Jika ditotal dengan Gili Air dan Gili Meno, jumlah hotel dan restoran mencapai 450 unit. ”Jumlah pekerja pariwisatanya  mencapai 4.000 orang lebih,” katanya.

Menyambut new normal di tiga gili, masyarakat dan pelaku usaha telah melakukan pembersihan properti masing-masing dan melakukan simulasi new normal. Mulai dari sosialisasi protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

 

Tetap Produktif

 

Terpisah, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengajak semua warga terdampak wabah Covid-19  tetap bersemangat dan terus berupaya meningkatkan produktivitas. ”Jangan hanya diam saja menerima apa yang sudah kita peroleh,” katanya, saat menyerahkan 100 paket bantuan sembako untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di Lingkungan Pamotan, Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, kemarin (14/6).

Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, pemberian bantuan paket sembako adalah upaya pemprov membantu masyarakat terdampak Covid-19. ”Kota Mataram menjadi daerah terdampak paling parah,” katanya.

Mantan kalak BPBD NTB itu menjelaskan, kriteria penerima bantuan Covid-19 antara lain pekerja yang terkena PHK, masyarakat miskin yang belum terbantu pusat, kemudian para lansia, dan difabel. ”Bantuan ini sifatnya insedentil dan di Kecamatan Cakranegara banyak masyarakat menjadi korban PHK,” jelasnya.

Sementara itu, Hingga tadi malam, jumlah kasus Covid-19 di NTB mencapai 937 orang, namun sebagian besar atau 610 orang sudah sembuh. Sayangnya, jumlah pasien meninggal juga terus bertambah, kini sudah 36 orang meninggal. Serta 291 orang masih dirawat.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Covid-19 NTB H Lalu Gita Ariadi dalam rilis menyebutkan, kemarin ada penambahan 22 kasus positif baru di NTB. ”Pasien sembuh lebih banyak yakni 31 orang,” katanya.

Sayangnya dua orang pasien Covid-19 meninggal. Keduanya merupakan pasien asal Kota Mataram, yakni pasien nomor 830, S, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela.

Kemudian pasien nomor 933, INJD, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Wilayah Puskesmas Tanjung Karang. ”Kasus kematian sebagian besar disertai penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis,” jelasnya.

 

Daerah Lain Juga Menggeliat

 

Sementara itu, tak cuma di NTB. Sejumlah lokasi pariwisata di daerah lain juga mulai bersiap pada situasi kenormalan baru. Di Jogjakarta, kemarin Dinas Pariwisata (Dispar) DIJ diikuti jajaran Badan Otorita Borobudur (BOB), gabungan industri pariwisata, dan Dispar Bantul melakukan pantauan langsung ke objek wisata Pantai Parangtritis. ”Kami lihat kondisi dan situasi untuk persiapan new normal,” ungkap Kepala Dispar DIJ Singgih Raharjo di sela kegiatan tersebut.

Objek wisata tersebut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Bantul. Singgih memastikan  pemerintah setempat dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, baik dari sisi sarana-prasarana, SDM, maupun kesiapan masyarakat sekitar objek wisata.

Berdasar hasil monitoring, kata Singgih, belum semua warung menerapkan physical distancing dengan memberi tanda silang pada tempat duduk. Selain itu, bakal ada pembatasan kuota kunjungan. Jika dalam sehari bisa terdapat sepuluh ribu kunjungan, nanti hanya diperbolehkan setengahnya. ”Simulasi akan digelar terbatas  apabila sarana dan prasarana sudah tersedia. Pembukaan memperhatikan persiapan. Kalau belum siap, jangan dibuka,” tegasnya.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengaku tidak mudah menerapkan protokol kesehatan di objek wisata tersebut. Kendalanya, Pantai Parangtritis memiliki banyak pintu masuk.

Sementara itu, dilansir dari Jawa Pos Radar Solo, pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) terus mematangkan persiapan operasi pada Jumat (19/6). Nanti tidak semua fasilitas pendukung difungsikan maksimal. Gerai kuliner buka secara bergantian, sedangkan wahana permainan tetap ditutup.

Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso menjelaskan, pemkot meminta pengelola TSTJ menambah sarana dan prasarana untuk memastikan penerapan protokol kesehatan saat new normal. ”Dalam sehari kami hanya menyediakan kuota untuk 1.000 (pengunjung),” jelasnya.

Survei BPS

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei sosial demografi dampak Covid-19. Khususnya pengaruh terhadap perilaku dan produktivitas penduduk. Hasilnya, perempuan Indonesia dinilai paling aware terhadap Covid-19 dan bahayanya. Juga lebih peduli pada upaya-upaya agar tidak sampai tertular penyakit tersebut.

Kasubdit Indikator Statistik BPS Windhiarso Ponco Adi Putranto menjelaskan, pihaknya menyurvei perilaku penduduk selama pandemi. Antara lain perilaku terhadap imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan. Dari 13 indikator, hanya dua yang persentasenya lebih dari 80 persen bila dilakukan laki-laki: pengetahuan tentang physical distancing dan imbauan menghindari transportasi umum.

Sedangkan untuk perempuan, yang perilakunya lebih dari 80 persen ada enam indikator. Padahal, berdasar publikasi European Heart Journal 2020, laki-laki cenderung lebih mudah terinfeksi Covid-19 daripada perempuan.

Dilihat dari sisi usia, ada perbedaan dalam menyikapi new normal, yakni pada generasi baby boomers, generasi X, Y, dan generasi Z. ”Makin matang atau makin tua usia seseorang, perilaku menjalankan protokol kesehatan lebih baik daripada yang lebih muda,” terang Windhiarso.

Dari sisi kesadaran mengenakan masker, mencuci tangan, menghindari pertemuan, dan menjaga jarak, generasi Z paling rendah. Sementara itu, generasi baby boomers yang berusia 50 tahun ke atas paling tinggi. Padahal, tidak kurang-kurang sosialisasi new normal disampaikan lewat peranti teknologi. (ili/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks