alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Ribuan Hektare Tembakau di Loteng Rusak, Pemprov Diharapkan Turun Tangan

PRAYA-Tanaman tembakau yang ditanam di lahan seluas 1.357 hektare (ha) di Lombok Tengah rusak. Lahan itu tersebar di beberapa desa di Kecamatan Pujut dan Kecamatan Praya Timur. Usia rata-rata tanaman yang rusak mencapai enam minggu.

“Itu akibat diguyur hujan beberapa hari lalu,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Loteng Taufikurrahman Pua Note pada Lombok Post, Selasa (14/6).

Terparah, kata Arman, kerusakan terjadi di Desa Gapura, Kecamatan Pujut. Di sana, bisa dikatakan hampir seluruh tanaman tembakau rusak dan membusuk. Tidak bisa diselamatkan sama sekali karena terendam air hujan. “Saya sudah memantau dan mengecek langsung ke lokasi,” tandasnya.

Dengan kondisi ini, dipastikan para petani rugi. Terutama, petani swadaya dan warga yang menyewa lahan petani. Sedangkan petani mitra tidak ada masalah. Karena begitu tembakau rusak, maka pihak perusahaan yang bertanggung jawab.

Baca Juga :  Mapak Indah Diusulkan Jadi KEE, Bangunan di Sempadan Pantai Jadi Kendala

“Yang paling kasihan yakni, warga yang menyewa lahan. Kerugiannya dobel,” kata Arman.

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu kebijakan dan regulasi menyangkut tata kelola dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Jika sudah jelas, maka dispertan siap membantu para petani tembakau.

Sedangkan untuk asuransi tanaman tembakau, pihaknya menegaskan bahwa badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP) merekomendasikan tidak diperbolehkan. Kecuali, asuransi tanaman padi. Selain itu, hewan ternak seperti sapi atau kerbau.

Untuk itu, dispertan mengingatkan para petani tembakau belajar dari pola tanam tahun-tahun sebelumnya. “Kita berdoa bersama semoga tidak turun hujan lagi,” harap Arman.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan tanaman-tanaman tembakau yang saat ini kondisinya paling bagus yakni di Desa Marong, Desa dan Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur. Kemudian, Desa Teruwai dan Desa Bangkat Parak, Kecamatan Pujut. Tanaman tumbuh subur dan bersiap pemupukan yang ketiga.

Baca Juga :  Pranata Komputer Dituntut Tingkatkan Keilmuan dan Keterampilan

“Kami berharap, lewat DBHCHT paling tidak 50 persen dari total kerugian petani bisa diganti,” kata Ketua Himpunan Petani Tembakau Lombok (HIPTAL) Samsul Hakim, terpisah.

Dikatakan, sebenarnya anggaran sebesar itu tidak sebanding dengan pengeluaran. Tapi, daripada tidak ada sama sekali. “Kami minta Pemerintah Provinsi NTB ikut mengintervensi,” pungkasnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/