alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Tak Ada Korban Jiwa, Sejumlah Rumah di Sumbawa Retak Akibat Gempa

MATARAM-Gempa berkekuatan 5,5 magnitudo yang melanda Sumbawa tidak memakan korban jiwa. Tapi gempa itu menjadi warning (peringatan) bahwa bencana gempa setiap saat bisa terjadi, di mana pun dan kapan pun. Karena itu warga harus tetap waspada.

“Saat ini yang terpenting masyarakat mewaspadai gempa susulan yang bisa saja terjadi, tapi jangan panik,” imbuh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB H Ahsanul Khalik, pada Lombok Post, kemarin  (14/7).

Dia juga meminta kepada pemda kabupaten kota selalu mengingatkan warganya dan memberikan mereka edukasi tentang mitigasi bencana. Sehingga masyarakat menjadi lebih paham bagaimana menyikapi bencana.

Dia mengaku sudah komunikasi dengan kepala BPBD kabupaten kota dan akan bertemu dengan beberapa kepala daerah untuk menyampaikan pentingnya mitigasi. Sehingga ke depan akan ada langkah bersama yang bisa diambil. “Semua perangkat di daerah akan kita kerahkan seperti camat, polisi pamong praja, termasuk dandim,” ujar mantan Kadis Sosial NTB itu.

Di beberapa kampus, BPBD mengklaim sudah masuk melakukan sosialisasi. Ia sendiri datang ke Universitas Gunung Rinjani (UGR), Kamis pekan lalu untuk sosialisasi mitigasi bencana gempa. Bahkan BPBD sudah menjadwalkan sosialisasi mitigasi lagi di beberapa SMA dan kampus, termasuk ke desa-desa.

Edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Belajar dari gempa Lombok dan Sumbawa 2018, termasuk gempa 5,5 magnitudo, Sabtu (13/7) dini hari lalu, menunjukkan bencana gempa bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Terlebih NTB merupakan salah satu wilayah yang memiliki 11 potensi bencana dari 14 jenis bencana yang ada di dunia. “Kita ini memiliki sejarah gempa,” jelas Khalik.

Sementara itu, gempa 5,5 magnitudo menyebabkan beberapa rumah warga dan rumah ibadah rusak di Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Seperti di Dusun Beringin Jaya, Desa Labangka, rumah milik Wayan Sulatra alami rusak ringan, tembok rumah sebelah kiri jebol dan roboh. Termasuk Pura Semare Budhi juga rusak ringan karena bulungan terlepas.

Kemudian rumah Husen, Ahmad dan Radiatul Adawiyah di Dusun Telaga Ungka juga alami retak pada tembok  dalam rumah. Di Desa Sekokat, hanya rumah Ediyansyah di Dusun Pasinggah rusak pada plafon dan retak pada tembok. Serta di Desa Sukadamai kantor Puskeswan Labangka retak pada tembok. “Syukur tidak ada korban jiwa,” katanya.

Khalik memastikan, rumah-rumah warga yang rusak masih layak ditempati. BPBD Kabupaten Sumbawa sudah ke lokasi melakukan pendataan dan menghitung apa kebutuhan masyarakat, baru kemudian bantuan diberikan. “Saat ini masyarakat masih beraktivitas normal dan kebutuhan terpenuhi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Mataram Agus Riyanto mengatakan, berdasarkan data yang rilis BMKG Wilayah III Denpasar pascagempa 5,5 magnitudo terjadi 45 kali gempa susulan terjadi hingga pukul 21.00 Wita. Namun gempa-gempa itu tidak dirasakan warga. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks