alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Masuk Bebas Visa, Imigrasi Minta Turis Asing Segera Tinggalkan NTB

MATARAM–Warga negara asing (WNA) yang datang dengan status bebas visa kunjungan (BVK) diminta angkat koper dari Indonesia. Mereka diberi waktu sebulan ke depan untuk mengurus kepulangan ke negara masing-masing.

”Apabila lewat 30 hari (tidak keluar) nanti mereka akan kenda denda administrasi,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Syahrifullah, dalam keterangan persnya, Senin (13/7).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor IMI-GR.01.01-1102 Tahun 2020 tentang Layanan Izin Tinggal Keimigrasian dalam Tatanan Kenormalan Baru. Regulasi itu berlaku per 13 Juli. Artinya WNA yang datang tanpa visa punya waktu sampai 11 Agustus.  ”Kalau overstay mereka harus bayar denda Rp 1 juta per hari, kalau 10 hari dendanya sudah Rp 10 juta,” terang Syahrifullah.

Selain denda, paling parah WNA bisa dideportasi ke negaranya. Karena itu, ia meminta para WNA pemegang BVK di NTB segera mengurus kepulangannya.

Saat ini, jumlah WNA pemegang izin tinggal terbatas (ITAS) dan izin tingal tetap (ITAP) di Pulau Lombok 300 orang. Mereka tersebar di berapa daerah, seperti Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Maratam, dan Lombok Utara.

Sedangkan jumlah WNA yang datang untuk kunjungan, pihak Imigrasi tidak memiliki data pasti. Sebab mereka bisa saja berpindah ke Bali kemudian pulang. Terlebih sejak pandemi covid-19, para WNA tidak pernah datang lapor. ”Saya belum tahu persis apakah masih atau tidak, tapi yang saya tahu 70 orang masih di gili,” katanya.

Imigrasi juga belum bisa mengecek apakah 70 orang itu memegang visa kunjungan atau pemegang BVK. ”Kalau kami turun groba gerubug, perekonomian warga gili nanti terganggu. Kita sabar dulu untuk sementara,” katanya.

Jika ingin pulang, para WNA saat ini hanya bisa keluar melalui Jakarta atau Bali. Sebab jadwal penerbangan internasional di Lombok belum dibuka.

Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Bagus Aditya Nugraha Suharyono menambahkan, mereka yang memiliki visa kunjungan bisa memperpanjang izin tinggal dalam keadaan terpaksa (ITKT). Perpanjang bisa sampai pandemi covid-19 berakhir dan belum ada alat angkut keluar wilayah Indonesia.

”Perpanjangan ini wajib, paling lama 30 hari sejak diberlakukannya edaran ini. Bagi yang tidak mematuhi bakal kena tindakan administratif keimigrasian,” imbuh Bagus.

Lebih lanjut, Bagus menjelaskan, WNA yang datang dengan visa kunjungan diberi perpanjangan karena dinilai berkontribusi bagi negara. Sementara mereka yang bebas visa tidak memberikan kontribusi langsung pagi pendapatan.

 

Jadi Beban Negara

 

Di samping itu, bila terlalu lama tinggal di Indonesia, para WNA bisa menjadi masalah sosial baru. Mereka yang kehabisan uang bisa jadi gelandangan atau pekerja ilegal. ”Sehingga mereka perlu dipulangkan,” jelasnya.

Kasus terbaru, Jay LY Autumn, 28 tahun, warga Australia yang diamankan Imigrasi Mataram karena tidak membayar sewa hotel selama sebulan. Manajemen hotel keberatan dan melaporkannya ke polisi.

Ia dilaporkan gara-gara tidak membayar uang sewa penginapan di Mana Resort Rp 4 juta. ”Pengakuannya karena pelayanan hotel tidak bagus, tapi dia tinggal selama sebulan di sana,” jelasnya.

Permasalahan-permasalahan seperti itu yang saat ini dihindari pihak imigrasi. Karena itu, dengan atura terbaru diharapkan bisa menjadi solusi. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks