alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Desa Pesanggrahan Lotim Bertahan di Zona Hijau Berkat Disiplin Ketat

Sebagai salah satu desa wisata yang dikunjungi wisatawan, Desa Pesanggrahan adalah desa yang rentan. Namun, desa ini mampu terus bertahan dari gempuran Covid-19. Kesehatan masyarakat terjaga, ekonomi masyarakat juga mengeliat. Apa resepnya?

———————————————–

 

MASYARAKAT Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur adalah masyarakat yang tangguh. Mereka terlatih menghadapi bencana. Pun manakala pandemi Covid-19 datang.

“Masyarakat kami petarung yang mampu melewati badai pandemi Covid-19. Sekuat apapun ia menyerang dan mengurung,” kata Kepala Desa Pesanggrahan H Badrun kepada Lombok Post.

Ada banyak desa di NTB yang telah mengoptimalkan perannya sebagai desa tanggap Covid-19. Kata Badrun, desa yang dipimpinnya adalah salah satu dari desa tersebut.

Awal mula tibanya pandemi Covid-19 di NTB, pemerintah desa kata dia langsung membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) Pemantau Covid-19. TGC yang diketuai Badrun itu terdiri dari BKD yang berjumlah 22 orang, 11 Kawil, 32 Ketua RT dan 55 kader.

“Dibantu tenaga medis dari PKM, Babinkamtibmas dan Babinsa,” jelasnya.

Begitu terbentuk, TGC langsung bergerak. Melakukan sosialisasi mengenai bahaya Covid-19 ke kampung-kampung. Tak hanya itu, penyemprotan disinfektan ke tempat ibadah dan sekolah juga segera dilaksanakan. “Karena jalan masuk ke desa ini satu pintu, kita dengan mudah bisa mengontrol masuknya pendatang,” terangnya.

Tak hanya itu, TGC juga memastikan pemeriksaan dan isolasi mandiri bagi warga yang baru pulang dari daerah terdampak. Begitu juga dengan penjagaan ketat di pintu masuk desa. Kata Badrun, setiap kendaraan yang masuk akan disemprot guna memastikan kondisinya steril. Semua kerja keras TGC terbayar dengan tidak adanya satu pun warga yang terpapar virus korona.

Meminta warga untuk tidak keluar adalah salah satu masa tersulit bagi pemerintah desa. Kata Badrun, masyarakat yang setiap hari harus mencari nafkah sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Di saat seperti itulah, pihaknya memberdayakan Lumbung Pangan milik Gapoktan Lereng Rinjani Desa Pesanggrahan.

Gapoktan yang berjumlah 14 kelompok tani itu memberikan kemudahan bagi warga yang membutuhkan beras. “Lumbung pangan ini memberikan warga untuk mengambil beras sesuai kebutuhan,” terangnya.

Tentu tidak gratis. Tapi pihaknya memberikan keringanan dengan memberikan warga berhutang. Kata Badrun, adanya lumbung pangan yang dikuatkan oleh para petani di desanya sangat membantu menghadapi situasi genting saat itu. Menurutnya, salah satu penguat yang membuatnya bisa tegas meminta warga disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 adalah adanya lumbung pangan.

Mempertahankan diri sebagai zona hijau menurut Badrun tidak semudah menjaga warga tembok rumah tetap awet dari sinar matahari dan hujan. Karena yang dihadapi dan diatur adalah masyarakat. Salah satu tantangan terbesarnya adalah saat dibukanya kembali pintu pariwisata oleh Dispar Lotim.

Di mana, wisata pemandian Otak Kokoq yang berada di desanya mau tak mau harus didatangi oleh orang dari luar wilayahnya. Dari saat itu, TGC tak bisa lagi menutup membentangkan portal di gerbang masuk desa. Namun Badrun telah membangun komunikasi dengan Dispar Lotim tentang kewajiban penerapan protokol kesehatan Covid-19 bagi wisatawan.

“Warga yang berpenghasilan wisata ini juga tidak sedikit. Karena itu kami harus buka,” jelasnya.

Menurut Badrun, kampung sehat adalah konsep menjalankan kembali kehidupan yang normal dengan gaya baru. Gaya yang disesuaikan dengan keadaan. Di mana, warga kini mulai harus terbiasa mengenakan masker saat bekerja. Begitu juga dengan jaga jarak, dan mencuci tangan.

“Desa kami sudah berkali-kali dihadapkan pada situasi paling sulit. Tapi kami mampu beradaptasi, bertahan, bahkan menyeimbangkan diri kembali,” terangnya mengingat bencana gempa bumi yang melanda sebelumnya. (tih/r6)

 

 

Melawan Covid-19 ala Pesanggrahan Lotim

  • Bentuk Tim Gerak Cepat (TGC) penanganan Covid-19.
  • Perkuat peran lumbung pangan yang dinakhodai Gapoktan Lereng Rinjani Desa Pesanggrahan.
  • Libatkan peran aktif masyarakat mempersiapkan tempat cuci tangan.
  • Membuka destinasi wisata dengan protokol ketat.

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks